Logo Header Antaranews Makassar

TPID Sulsel dan ulama bersinergi jaga stabilitas harga selama Ramadhan

Minggu, 25 April 2021 21:27 WIB
Image Print
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel Budi Hanoto. ANTARA Foto/ Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sulawesi Selatan bersinergi dengan alim ulama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat Nahdlatu lUlama (NU) untuk menjaga stabilitas harga pada Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Ini adalah kegiatan tindak lanjut rekomendasi kebijakan pada High Level Meeting (HLM) TPID Provinsi Sulsel khususnya mengenai komunikasi efektif untuk menjaga ekspektasi inflasi yang telah dilaksanakan pada 1 April 2021," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulsel Budi Hanoto di Makassar, Minggu.

Sebagai bentuk sinergitas itu, TPID Sulsel berilaturrahim dengan Sekertaris Umum MUI Sulsel, Prof Dr HM Galib, MA, sistem Pererekonomian dan Pembangunan Sulsel, Muh Firda, serta perwakilan dari MUI, Aisyiyah Muhammadiyah dan Muslimat NU.

Menurut Budi, secara umum pada bulan suci Ramadhan dan menjelang Idul Fitri kecenderungan konsumsi masyarakat meningkat, sehingga memicu terjadinya penginkatan inflasi, karena permintaan tidak berimbang dengan ketersediaan barang konsumsi.

Hal itu tercermin dari sejumlah kebutuhan konsumsi yang relatif tinggi dibandingkan komoditi lainnya, yakni ikan bandeng, daging ayam ras dan cabai menjadi penyumbang infalsi terbesar tiga tahun berturut-turut pada saat Ramadhan dan Idul Fitri.

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut Budi, para alim ulama diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga inflasi dengan tidak berbelanja berlebih-lebihan dan tidak menimbun makanan.

Hal tersebut disambut positif oleh Galib. Menurut dia, dalam Al-Quran dan Hadist telah diserukan agar umat muslim berprilaku hidup hemat, tidak bersikap boros dan menerapkan pola hidup keseimbangan.

Sementara itu Muh Firda mengatakan, Pemprov Sulsel secara konsisten menjaga kestabilan ekonomi dengan stratgei 4 K yaitu menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi efektif.

Karena itu, lanjut dia, sinergitas dengan semua pihak termasuk menggandeng alim ulama untuk membantu mensosialisasikan pentingnya berprilaku sederhana atau tidak boros, dapat membantu BI dalam menjalankan tugasnya
mengendalikan inflasi.

Suasana aktivitas jual beli di salah satu pasar tradisional di Makassar. Minggu (25/4/2021). ANTARA Foto/ Suriani Mappong



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026