Logo Header Antaranews Makassar

Penguatan Keluarga Dapat Tekan Candu Game

Rabu, 13 April 2011 18:09 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Penguatan masyarakat sipil khususnya lingkungan keluarga dapat menekan candu game pada keluarga muda.

"Era global dan keterbukaan informasi menyebabkan intervensi pemerintah semakin lemah, karena itu penguatan masyarakat sipil yang harus didorong," kata staf pengajar Ilmu Komunikasi, Universitas Indonesia Timur Yahya Mustafa di Makassar, Rabu.

Menanggapi hasil survei Ligagame Indonesia yang menyatakan 70 persen keluarga muda yang memiliki anak memainkan game facebook ataupun game iPad, dia mengatakan, itu adalah salah satu ekses dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Akibatnya, lanjut dia, amat sulit untuk tidak bersentuhan dengan produk teknologi itu. Jaringan sosial "face book" dalam realitas keseharian harus diakui laksana pisau bermata dua.

"Jika fungsi dan peruntukan FB diarahkan untuk kegiatan positif dan kreatif, tentu akan membawa manfaat, terutama dalam kecepatan dan efesiensi urusan," ujarnya.

Namun sebaliknya, kata dia, kalau sisi negatif yang lebih dominan, maka tentu akan membawa dampak negatif dan membuat susah.

Berkaitan dengan hal tersebut, dia mengimbau agar anak-anak yang gemar main game tetap harus diarahkan dan dikontrol oleh orang tua atau masyarakat di sekitarnya, sehingga sisi positif kehadiran media sosial itu lebih dominan.

Untuk proses penyadaran pada keluarga muda, lanjut dia, dapat melalui penyebaran informasi mengenai dampak yang dapat ditimbulkan jika terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer, salah satu diantaranya mempercepat gejala kegemukan (obesitas).

Sementara itu, pemerhati anak Yusrianti Sutiyono di Makassar mengatakan, game berlebihan akan membawa dampak yang tidak baik bagi anak.

"Bagaimanapun yang dibutuhkan anak adalah kasih sayang orang tua, bukan pengalihan perhatian melalui game," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, peran orang tua sangat penting dalam membimbing anak. Salah satu cara yang dapat dilakukan dengan membangun komunikasi yang baik dengan anak.

Dia mengatakan, dengan memberikan pemahaman kepada anak, jika menghabiskan waktu melalui game, selain dapat merusak kesehatan, juga dapat mengganggu kegiatan belajar, bahkan prestasi di sekolah. (T.S036/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026