Logo Header Antaranews Makassar

Potensi Perikanan Sulbar Capai 687 Ribu Ton

Minggu, 17 April 2011 02:27 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat, menyampaikan bahwa potensi perikanan tangkap di daerah ini mencapai 687 ribu ton per tahun sesuai hasil kajian yang dilakukan oleh tim-tim ahli selama ini.

"Kita memiliki potensi perikanan tangkap yang panjang pantai mencapai 677 kilometer tak boleh disia-siakan begitu saja. Potensi ini hendaknya bisa dimaksimalkan menjadi komoditas unggulan yang bernilai tinggi,"kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir.Haruna Hamal di Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, daerah Sulbar yang didiami lima kabupaten memiliki luas laut sebesar 20.342 kilometer lebih besar dibandingkan luas daratan.

Beberapa potensi perikanan tangkap ini kata dia, diantaranya komoditas ikan tuna, ikan tongkol atau cakalang, teripang dan ikan-ikan karang lainnya.

Disamping itu, kata Haruna, wilayah Sulbar yang tepat berada di selat Makassar di mana daerah lautan ini menjadi alur perdagangan internasional yang juga dianugerahi potensi energi minyak gas bumi sehingga wilayah ini sangat strategis bagi pembangunan ekonomi daerah baik secara regional, nasional maupun internasional.

"Potensi kelautan kita sangat melimpah ruah yang bernilai ekonomi tinggi. Hanya saja, kita masih membutuhkan penanganan secara serius,"tuturnya.

Dia menjelaskan, daerah ini memiliki 25 potensi perikanan dan memiliki 25 pulau kecil yang menyimpan segudang potensi di wilayah ini.

"Dari 25 gugusan pulau di Sulbar, hanya 15 diantaranya dinyatakan berpenghuni. Selain itu, pulau yang berada di wilayah perbatasan dengan Kalimantan Timur juga memiliki potensi yang luar biasa sehingga membutuhkan perhatian kita semua untuk mengamankan potensi ini untuk dinikmati rakyat yang ada di Sulbar,"terangnya.

Haruna Hamal menjelaskan, wilayah perbatasan di Sulbar menjadi penghasil komoditas ekspor yang bernilai tinggi dan memiliki potensi terumbu karang yang nantinya dapat dikembangkan sebagai wilayah obyek wisata.

Perikanan tangkap di Sulbar, kata dia, masih didominasi dengan menggunakan armada motor tradisional sebanyak 6401 unit. Artinya, bahwa konposisi armada kapal nelayan di Sulbar masih di dominasi dengan peralatan yang sederhana.

"Para nelayan ini masih membutuhkan tambahan 1.000 unit kapal GT yang diharapkan kelak ada perhatian pemerintah pusat untuk memberikan bantuan kepada masyarakat nelayan,"jelasnya.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian ungkap Haruna, tidak memadainya infrastruktur perikanan seperti pabrik es sehingga tidak mampu menarik para nelayan tangkap untuk mendaratkan ikannya di Mamuju.

"Ketersediaan bahan pendingin di Mamuju sangat terbatas. Akibatnya, para nelayan tangkap memilih mendaratkan ikannya di tempat lain,"ucapnya.

Kondisi ini tentu akan merugikan masyarakat di daerah ini karena hasil tangkap yang didapatkan di perairan Mamuju justeru didaratkan ke tempat lain.(T.KR-ACO/Y006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026