
Pansus BUMD Kaltim Belajar di Sulsel

Makassar (ANTARA News) - Anggota panitia khusus DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) belajar mengelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kedatangan 10 anggota pansus evaluasi kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) dan BUMD diterima anggota Komisi C DPRD Sulsel di Makassar, Selasa.
Ketua Pansus DPRD Kaltim, Andi Harul mengatakan mereka melakukan evaluasi kepada Perda Perusda dan BUMD karena belum memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah yang besar.
Menurut dia, sangat disayangkan APBD Kaltim yang jumlahnya Rp7,3 trilun tetapi PAD hanya Rp1 triliun lebih.
Sementara APBD Sulsel 2011 sekitar Rp2,8 triliun dan realisasi PAD tahun 2010 Rp1,4 triliun. Itu berarti 50 persen lebih dari APBD Sulsel bersumber dari PAD.
Andi Harul menyebut, mereka ingin mempelajari bagaimana Bank Sulsel yang masuk lima besar nasional, PT Kawasan Industri Makassar (KIMA), PT Gowa Makassar Turism Development (GMTD) sebagai BUMD yang sukses didirikan Pemprov Sulsel.
"Kami punya tiga kawasan industri masing-masing di Sangata yang sementara dibangun, di Balikpapan, dan Berau," ucapnya.
Anggota Komisi C DPRD Sulsel, Ajeip Padindang menyarankan kepada pansus DPRD Kaltim agar tidak melihat Perusda maupun BUMD dari kontribusi PAD, tetapi lebih kepada kemampuan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Sulsel sendiri memiliki empat Perusda termasuk Perusda Sulsel, namun tiga diantaranya tidak jalan yakni, Perusda Agribisnis, Perusda Pariwisata dan Perusda Angkutan Umum.
Rapat penerimaan aspirasi kali ini juga tidak seperti biasanya yang ramai pejabat-pejabat Pemprov, hanya Direktur Keuangan Perusda, Mulyan yang hadir mewakili kalangan eksekutif.
(T.KR-AAT/S019)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
