Logo Header Antaranews Makassar

Jamsostek : JHT di Indonesia Masih Rendah

Minggu, 1 Mei 2011 13:41 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Jaminan Hari Tua melalui PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) yang diberikan pada buruh atau karyawan di Indonesia masih rendah yakni sekitar 5,3 persen.

"Kalau dibandingkan dengan negara maju, JHT Singapura sudah mencapai 40 persen sementara kita masih 5,3 persen," kata Kepala PT Jamsostek Kanwil VIII Basuki Siswanto pada dialog interaktif dengan organisasi buruh di Makassar, Minggu.

Menurut dia, masih rendahnya JHT tersebut karena tabungan perusahaan di Jamsostek sangat minim dibandingkan di luar negeri. Sehingga pemberian jaminan ke karyawan atau buruh perusahaan masih rendah.

Dia mengatakan, JHT yang merupakan tanggungan perusahaan itu dikembalikan ke peserta atau karyawan pada saat purnabakti.

Mengenai besarnya dana yang dikelola PT Jamsostek secara nasional dari iuran JHT tersebut, lanjut dia, hingga akhir 2010 tercatat sekitar Rp100 triliun.

"Dari hasil pengembanganya, itu memberikan 10,6 persen bunga JHT pada 2010 yang sebenarnya lebih tinggi dari bunga deposito," ujarnya.

Sementara dalam membantu anggotanya, lanjut dia, PT Jamsostek memberikan Dana Pinjaman Uang Muka Perumahan di Sulsel pada 2010 sebesar Rp4,1 miliar dengan bunga yang sangat minim yakni hanya tiga persen per tahun.

Lebih jauh dia mengatakan, khusus untuk program Corporate Social Responsibility (CSR), PT Jamsostek memiliki empat program dan memungkinkan untuk menambah satu program lagi yakni pengelolaan dan pemberian Dana Pensiun.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PUK Serikat Pekerja Citra Sejahtera, Makassar Daniel mengatakan, kaum buruh pada peringatan Hari Buruh se-Dunia menuntut agar diberikan dana pensiun dan jaminan kesehatan seumur hidup, selain menuntut peningkatan kesejahteraan.

"Jadi, selain meminta agar upah buruh dinaikkan agar bisa lebih sejahtera, juga menuntut agar diberi dana pensiun dan jaminan kesehatan seumur hidup," tegasnya.

Selain peringatan Hari Buruh se-Dunia digelar dalam bentuk dialog interaktif, sebagian buruh di Makassar khususnya dari PT Kawasan Industri Makassar dan perusahaan lainnya menggelar aksi unjuk rasa diperempatan "Flyover" Jalan AP Pettarani dan Jalan Urip Sumiharjo, Makassar.

Termasuk merencanakan aksi di Bandara Sultan Hasanuddin yang telah dijaga ketat oleh aparat keamanan.

Sebelumnya, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Waenal Usman mengatakan, pihak menurunkan satu SSK personil untuk menjaga bandara internasional tersebut. (T.S036/S019)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026