
PDAM Makassar Gunakan EDC Permudah Penagihan

Makassar (ANTARA News) - Perusahaan Daerah Air Minum Kota Makassar menggunakan Electronic Data Capture (EDC) untuk mempermudah penagihan dengan sistem layanan bayar di tempat.
"Ini untuk menekan jumlah tunggakan pelanggan yang mencapai sekitar Rp15 miliar," kata Humas PDAM Makassar Darwis Rapi di Makassar, Senin.
Dia mengatakan, dengan sistem penagihan yang menggunakan EDC, diharapakan tidak ada lagi alasan bagi pelanggan untuk menunggak, karena tidak ada waktu ke loket pembayaran.
Menurut dia, petugas PDAM cukup mendatangi pelanggan dan membawa EDC yang bentuknya seperti alat pembayaran dengan sistem gesek seperti ATM.
"Jadi tinggal memasukkan nomor pelanggan kemudian akan tertera jumlah pemakaiannya, lalu dinominalkan jumlah yang harus dibayarkan," katanya.
Sementara mengenai total hutang PDAM hingga saat ini, dia mengatakan, sekitar Rp120 miliar dan untuk pengajuan pemutihan hutang tersebut kepada pemerintah membutuhkan proses yang cukup lama, karena masih harus memenuhi sejumlah persyaratan.
Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia, untuk menyehatkan kembali perusahaan daerah ini, salah satu langkah yang dilakukan dengan merasionalisasi tarif PDAM.
Alasannya, selama ini biaya produksi rata-rata Rp2.800 per meter kubik, sementara penjualan hanya Rp2.700 per meter kubik, sehingga pihak PDAM harus menyubsidi Rp100 per meter kubik.
Hanya saja, menurut dia, kenaikan tarif PDAM itu akan dilakukan secara bertahap, sehingga untuk periode 2011 yang penerapannya mulai 1 Juni 2011 hanya sekitar 25 persen.
Sementara pada 2012 akan dinaikkan lagi 15 persen dan terakhir pada 2013 sebanyak 10 persen, sehingga total kenaikan tarif dalam tiga tahun ke dapan dapat mencapai 50 persen.
(T.S036/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
