
Pemkab Mamuju Jamin APBD tidak Defisit

Mamuju (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, menjamin APBD Kabupaten Mamuju pada 2012 tidak akan defisit seperti dialami pada tahun ini.
Bupati Mamuju Drs Suhardi Duka MM, di Mamuju, Rabu, mengatakan Pemkab Mamuju pada tahun 2012 akan lebih tertib dalam melakukan pengelolaan keuangan daerahnya agar APBD 2012 tidak mengalami defisit.
Ia mengatakan, Pemkab Mamuju tidak ingin APBD tahun 2012 kembali mengalami defisit seperti dialami tahun ini, karena telah membuat pengelolaan keuangan Pemkab Mamuju menjadi amburadul.
Selain itu, kata dia, sejumlah proyek pembangunan di Mamuju yang prioritas tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan anggaran setelah terjadi defisit.
Menurut dia, APBD Mamuju tahun 2011 mengalami defisit sekitar Rp5,5 miliar, karena pendapatan di APBD 2011 hanya sekitar 679,5 miliar atau lebih rendah dari belanja daerah sekitar Rp685 miliar.
Bupati mengatakan, kondisi itu tidak boleh lagi terulang pada tahun 2012 mendatang sehingga harus dilakukan pengelolaan keuangan daerah yang lebih baik dari sebelumnya.
"Semua potensi pendapatan asli daerah di Mamuju harus dimaksimalkan pengelolaannya, dan harus digali dengan baik untuk meningkatkan pendapatan daerah agar lebih tinggi dari belanja dan APBD Mamuju tidak lagi defisit ditahun 2012 nanti," katanya.
Ia mengatakan, sumber daya manusia (SDM) pejabat pemerintah di Mamuju juga harus ditingkatkan profesionalismenya agar dapat menggali sumber PAD di Mamuju secara maksimal.
"SDM pejabat pemerintah di Mamuju yang membuat PAD Mamuju tidak maksimal dikelola dan digali sehingga PAD kurang dan terjadi defisit, sehingga SDM itu harus diperbaiki dulu agar pendapatan daerah ini meningkat dan defisit tidak terjadi," katanya.
Menurut dia, tidak boleh lagi ada kebocoran PAD karena potensi PAD yang diterima tidak masuk ke kas daerah, kebocoran PAD harus dicegah dengan meningkatkan SDM pejabat pemerintah di Mamuju dalam mengelolanya. (T.KR-MFH/R010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
