Logo Header Antaranews Makassar

Polres Majene Minta Cabup Amankan Massa

Kamis, 12 Mei 2011 12:32 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Polres Majene, Sulawesi Barat, mengimbau seluruh Calon Bupati (Cabup) untuk mengamankan massa fanatik yang menjadi salah satu potensi munculnya konflik horizontal.

"Selain kami mengimbau kepada warga, kami juga telah mengimbau seluruh Cabup untuk tetap menjaga massa pendukungnya agar tidak terprovokasi saat dan setelah Pilkada yang berlangsung hari ini (12/5)," kata Wakapolres Majene, Kompol Muhammad Hajir, di Majene, Kamis.

Pada beberapa daerah penyelenggara, dalam pilkada kerap terjadi keributan akibat massa pendukung tidak menerima hasil pemilihan. Untuk itu, imbauan polres segera dilakukan sebelum dan saat pemungutan suara melalui tiap anggota pengaman di tiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hajir juga mengimbau agar seluruh Cabup tidak melakukan mobilisasi massa untuk membuat keributan atau mencoba memancing suasana agar tidak kondusif. Sejumlah konfilk yang timbul kerap berasal dari dorongan salah satu calon yang menilai Pilkada tidak sesuai harapan.

Untuk itu, ia mengatakan, jika terdapat pelanggaran pilkada dalam bentuk kriminal segera dilaporkan ke Polres. Sementara pelanggaran yang sifatnya administratif dilaporkan kepada Panitia Pengawas Pilkada (Panwaslu).

"Jika cara ini ditempuh saya yakin kondisi maupun situasi akan tetap terkendali, sebab seluruh kekecewaan maupun dugaan kecurangan diserahkan kepada petugas yang bertanggungjawab menanganinya," ucapnya.

Proses pencoblosan digelar hari ini, berlangsung mulai pukul 08.00 wita dan diharapkan rampung pukul 14.00 wita. Penghitungan akan dilakukan langsung di tiap-tiap TPS, selanjutnya didistribusi ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak menerapkan sistem perhitungan cepat sehingga harus menunggu penghitungan resmi untuk menentukan siapa yang menang dalam Pilkada.

Namun, beberapa calon bisa langsung mengimput data dari tiap TPS melalui saksi dan direkapitulasi secara keseluruhan. Dari hal tersebut, provokasi bisa saja muncul dan harus segera diantisipasi.

Hajir mengimbau, kendati dari salah satu calon lain telah mengakui menang dalam Pilkada agar tetap bersabar menunggu hasil resmi yang dikeluarkan KPU Mejene.

"Meskipun ada salah satu calon mengakui menang, kami minta tetap tidak melakukan provokasi yang memungkinkan timbulnya konflik. Seluruh warga juga harus legowo menerima hasil yang dikeluarkan sesuai pilihan seluruh warga Majene," imbaunya.(T.KR-HK/I006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026