Logo Header Antaranews Makassar

SMA di Polewali Capai Kelulusan 99,76 Persen

Senin, 16 Mei 2011 21:36 WIB
Image Print

Polewali, Sulbar (ANTARA News) - Tingkat kelulusan peserta Ujian Nasional tingkat SMA sederajat di Kabupaten Polewali, Sulawesi Barat, meningkat menjadi 99,76 persen tahun 2011, dibanding tahun 2010 yang hanya mencapai 77,07 persen.

"Lonjakan prestasi yang dicapai siswa SMA sederajat di daerah ini sangat memuaskan jika dibanding tahun lalu dengan capaian kelulusan yang sangat memprihatinkan. Tentunya ini merupakan sebuah kebanggan bagi kita," ungkap Bupati Polewali, Ali Baal Masdar, di Polewali, Senin.

Dari data Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Polewali, peserta UN tercatat sebanyak 4.256 orang dan hanya 13 peserta yang tidak lulus. Dari jumlah yang tidak lulus, sebanyak sembilan peserta berasal dari SMK, tiga siswa dari SMA, dan satu siswa dari Madrasah Aliyah (MA).

Sembilan peserta tidak lulus berasal dari masing-masing tiga siswa dari SMKN 1 Polewali dan SMK Pertaninan Rea Timur dan masing-masing satu siswa dari SMK DDI Polewali, SMK Paku, dan SMKN 1 Campalagian. Untuk tingkat SMA masing-masing satu dari SMA 2 Polewali, SMA YPPP Wonomulyo, dan SMA Wonomulyo. Satu siswa tidak lulus berasal dari MA Hasan Yamani Campalagian.

Tingkat kelulusan ini tidak disangka akan memberikan hasil yang memuaskan, rata-rata siswa yang tidak lulus karena sengaja tidak mengikuti ujian. Sehingga, Disdikpora Polewali menetapkan siswa yang tidak mengikuti ujian tersebut tidak lulus dan tidak mendapat keringanan untuk mengikuti ujian susulan.

"Saya berharap prestasi ini dapat dipertahankan oleh seluruh SMA di Polewali, khususnya Disdikpora, harus lebih giat lagi menjaga prestasi dan mencapai hasil yang lebih maksimal. Dari perestasi yang kita raih akan menunjukkan meningkatnya kualitas pendidikan," tutur Bupati.

Selain itu, meningkatnya kelulusan pada hampir seluruh sekolah di Indonesai karena berubahnya mekanisme penilaian. Sebelumnya, nilai kelulusan diambil dari 100 persen hasil UN, sehingga banyak faktor yang memungkinkan siswa tidak lulus dalam ujian, salah satunya faktor psikologis.

Tahun ini, nilai kelulusan diambil dari 60 persen hasil ujian dan 40 persen dari nilai sekolah. Siswa masih diuntungkan untuk lebih giat memacu prestasi meningkatkan nilai sekolah sebagai tambahan nilai kelulusan.

Wakil Bupati Polewali, Najamuddin Ibrahim mengaku sangat terkejut mendengar hasil yang memuaskan itu. Hal ini perlu mendapatkan apresiasi yang besar dari pemerintah agar prestasi tersebut tetap dipertahankan.

"Saya sangat berbahagia sebab kelulusan ini menunjukkan prestasi yang memuaskan jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Saya juga berharap kelulusan ini merupakan kelulusan yang murni, tanpa rekayasa yang dilakukan oleh pihak sekolah, pengawas, maupun Disdikpora Polewali," ujar Najamuddin.

Menurut dia, dengan prestasi memuaskan tanpa adanya rekayasa, Pemkab Polewali akan memberi penghargaan bagi beberapa siswa yang dinyatakan memiliki nilai yang memuaskan. Penghargaan itu dimaksud untuk memotivasi siswa agar mempertahankan prestasi yang dicapai tahun ini. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026