
Survei BSN : Adil Terbanyak Dipilih Supomo Terpopuler

Menurut Kepala Biro BSN Sulawesi Haris Baginda di Makassar, Rabu, sampel survei 550 responden yang dipilih secara acak mewakili seluruh kecamatan dan kelurahan dengan strata sosial mayoritas kalangan menengah ke atas.
Hasil survei BSN yang dirilis di Makassar, Rabu, terhadap 100 tokoh Sulsel menempatkan Adil Patu diperingkat elektabilitas teratas dengan raihan 22,5 persen dan diikuti Supomo Guntur 18,4 persen.
Selanjutnya pengusaha Idris Manggabarani 13,6 persen, pakar hukum Unhas Prof DR Aswanto 11,1 persen, legislator Golkar DPRD Sulsel HAM Yagkin Padjalangi 9,4 persen.
Sebaliknya dari segi popularitas, Supomo Guntur berada diperingkat satu teratas dengan raihan 88,5 persen, diikuti Adil Patu 85,1 persen, Idris Manggabarani 74,3 persen, HAM Yagkin Padjalangi 73,2 persen, dan Prof DR Aswanto 65,1 persen.
Sementara, untuk posisi kandidat Wakil Wali Kota dengan elektabitas tertinggi posisi lima teratas ditempati, legislator PAN DPRD Sulsel Bukhari Kahar Muzakkar 19,4 persen, legislator PKS DPRD Sulsel Jafar Sodding 15,6 persen, politisi Golkar Haris Yasin Limpo 12,2 persen, Wakil Ketua DPRD Makassar Haidar Madjid (Demokrat) 11,3 persen, dan Kadis Tata Ruang Makassar Andi Oddang Wawo 10,1 persen.
Untuk kandidat Wakil Wali Kota dengan tingkat popularitas tertinggi, Jafar Sodding teratas dengan 80,4 persen, Bukhari Kahar 77,3 persen, Haidar Madjid 74,3 persen, Haris Yasin Limpo 70,6 persen, legislator Demoktar DPRD Sulsel Januar Jaury Darwis 66,3 persen.
Berdasarkan survei BSN sifat ideal figur Wali Kota maupun Wakil Walikota Makassar, responden lebih banyak menginginkan sosok yang adil 17,5 persen, disusul sifat religius 16,2 persen.
Sifat lain yang menjadi pertimbangan responden sebelum menjatuhakan pilihan ialah, Amanah 12,8 persen, Tegas 7,9 persen, Manusiawi 6,6 persen, bijaksana 6,3 persen.
Sedangkan, rencana partisipasi dalam pemilihan Wali Kota Makassar, sebanyak 84,6 persen menyatakan pasti mencentang, 10,5 persen belum pasti mencoblos, dan 1,5 persen menyatakan tidak akan mencoblos.
Ia mengemukakan, berdasarkan hasil survei BSN dari April sampai Mei 2011, juga diketahui tiga dari 10 PNS yang netral pada pemilihan-pemilihan sebelumnya.
Dari 15 tokoh yang masuk kandidat Wali Kota dan 15 kandidat Wakil Wali Kota, tak satu pun dari kalangan persempun.
Haris Baginda menyebut ada beberapa tokoh perempuan Sulsel seperti dua anggota DPRD Sulsel, Tenri Olle Yasin Limpo (Golkar), Andi Mariattang (PPP) hanya saja namanya berada dibawah peringkat 15.
(T.KR-AAT/M027)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
