
Gubernur Minta Petani Waspadai Bibit Sawit Palsu

Mamuju (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh, meminta petani tetap mewaspadai beredarnya bibit sawit yang diduga palsu.
"Para petani mesti tidak serta merta membeli bibit sawit apalagi jika bibit sawit unggul palsu itu ditawari dengan harga murah," katanya di Mamuju, Minggu.
Biasanya, katanya, petani di daerah itu hanya mencari bibit dengan harga murah, namun tak pernah melihat kualitas bibit yang akan dibeli.
Jajaran Dinas Perkebunan setempat, katanya, perlu mengawasi bibit sawit yang masuk daerah itu termasuk pengadaan bibit yang mengunakan anggaran negara.
"Bibit yang palsu akan menimbulkan produktivitas hasil tanaman petani akan mengalami penurunan. Makanya kita harus meningkatkan kewaspadaan agar bibit yang palsu itu tidak beredar di daerah kita," katanya.
Ia mengatakan, jajaran Disbun harus memeriksa bibit sawit yang hendak dipasok kepada petani.
"Bibit-bibit yang akan didrop ke petani hendaknya setelah melalui hasil penelitian dan memiliki sertifikasi. Jika tidak memenuhi syarat tersebut maka bibit tersebut harus kita tolak karena muaranya justru akan merugikan petani kita," katanya.
Ia mengemukakan, komoditas perkebunan kelapa sawit merupakan terbesar setelah kakao.
"Pengembangan kelapa sawit banyak yang digandrungi masyarakat Mamuju dan Mamuju Utara. Ribuan hektare tanaman sawit pada dua daerah ini telah menghasilkan produksi yang baik walaupun sebahagian besar masih banyak yang menguntungkan pihak perusahaan," katanya.
Ia mengatakan, para petani di Mamuju dan Mamuju Utara tampaknya terus mengembangkan komoditas sawit yang ditandai penambahan pembukaan lahan baru untuk penanaman kelapa sawit.
Jika petani menanam bibit palsu, katanya, produktivitas kelapa sawit akan menurun drastis.
"Jika bibit asli yang ditanam biasanya menghasilkan sekitar 25 ton per hektare, namun jika petani menanam bibit yang palsu maka jelas hasilnya hanya sekitar delapan ton per hektare. Kita bisa bayangkan berapa penghasilan petani yang terbuang apabila menggunakan bibit palsu," katanya. (T.KR-ACO/M029)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
