
Pedagang Pasar Sentral akan Manfaatkan Lahan Parkir

Makassar (ANTARA News) - Para pedagang Pasar Sentral atau Makassar Mall yang kios dagangannya habis terbakar berencana memanfaatkan lahan parkir untuk melanjutkan usahanya.
Salah seorang pemilik kios di Pasar Sentral, Hj Eni di Makassar, Selasa, mengatakan, ia akan berupaya mendapatkan tempat berjualan baru di pusat grosir Pasar Butung.
Namun, jika ia tidak mendapatkan tempat pengganti dari dua kios miliknya yang hangus terbakar, ia akan ikut memanfaatkan lahan parkir untuk melanjutkan usahanya.
Ia yang berjualan pakaian jadi di Pasar Sentral sejak 1998 ini mengaku merugi hingga sekitar Rp1 miliar akibat kebakaran yang terjadi sejak Senin (27/6) dini hari tersebut.
Pedagang lainnya, Sabaria mengaku belum berpikir untuk mencari tempat dagangan lain setelah satu kios miliknya di dalam gedung pintu utara Pasar Sentral yang dimilikinya juga habis terbakar.
"Mungkin saya akan melanjutkan dagangan menggunakan lapak di depan gedung sambil menunggu renovasi," kata pedagang pakaian muslim yang mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah ini.
Ia berharap, pemerintah segera melakukan pembenahan, agar usaha yang telah dijalaninya sejak 1992 tersebut dapat kembali berjalan normal.
Seorang penjaga empat kios grosir pakaian jadi di salah satu pusat perbelanjaan tertua di Makassar tersebut, Inti, juga mengaku tidak sempat menyelamatkan satu helai pun barang dagangan milik majikannya. "Empat kios majikan saya di dalam habis terbakar api," katanya yang mengaku paling sedikit melayani 25 pembeli per hari.
Hingga saat ini mobil Pemadam Kebakaran Kota Makassar masih berusaha memadamkan kobaran api di dalam gedung lima lantai tersebut. Upaya pemadaman api terkonsentrasi di pintu masuk gedung Jalan KH. Wahid Hasyim.
Para pedagang berkumpul di sisi jalan sejak dini hari masih bertahan menunggu padamnya api yang telah berkobar kurang lebih 12 jam itu dengan harapan masih dapat menyelamatkan sisa-sisa barang dagangan mereka.
(T.KR-RY/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
