Logo Header Antaranews Makassar

Anwar : jangan ada "Black Campaign" di Pilgub

Jumat, 15 Juli 2011 11:28 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur incumbent, Anwar Adnan Saleh mengharapkan agar semua tim sukses kandidat calon gubernur dan calon wakil gubernur untuk menghindari melakukan kampanye hitam (black campaign).

"Tim saya dan kandidat lain agar menghargai pelaksanaan pesta demokrasi dengan tidak melakukan aksi black campaign untuk mempengaruhi pilihan rakyat di pilgub Oktober 2011," kata Anwar Adnan Saleh di Mamuju, Jumat.

Menurut dia, proses demokrasi yang telah terbangun dengan baik ini hendaknya disambut secara sehat tanpa melakukan kampanye yang membusukkan karakter diantara kandidat.

"Penekanan untuk menghindari balck campaign telah kami sampaikan kepada seluruh tim pemenangan untuk menghindari upaya membusukkan karakter cagub-cawagub. Saya rasa rakyat sudah memiliki pilihan alternatif yang mereka anggap layak memimpin Sulbar lima tahun ke depan. Jadi, kegiatan kampanye hitam tidak perlu dilakukan dan mari bersama bersaing secara sehat," ucapnya.

Anwar yang masih menjabat sebagai Gubernur Sulbar mengemukakan, kampanye hitam tidak dibenarkan karena menjadi biang kerok munculnya persaingan yang tidak sehat sehingga berpotensi menimbulkan suasana berdemokrasi yang tidak baik.

"Ibarat pertandingan sepakbola maka seluruh pemain harus menghargai fair play. Demikian pula di pilgub, semua kandidat harus menjaga agar tidak membiarkan tim sukses bekerja dengan melakukan kampanye hitam," tuturnya.

Karena itu kata dia, peran Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada gubernur harus bekerja maksimal dalam melakukan kontrol selama tahapan pilgub berlangsung.

"Jajaran Panwaslu harus bekerja profesional dengan melakukan berbagai pengawasan tahapan Pilgub Sulbar," ujarnya.

Anwar mengatakan, kampanye hitam yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur, telah mulai terjadi.

"Sudah ada gejala yang telah melakukan pembusukan karakter terhadap saya yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon. Seperti beredarnya isu di salah satu kabupaten bahwa perhatian saya selama menjadi gubernur terhadap kabupaten tersebut sama sekali tidak ada. Inikan tidak benar karena sesunguhnya saya telah memperlakukan sama kepada semua kabupaten," ujarnya.

Karena itu, kata dia, fungsi panwaslu harus melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan dalam UU Pemilu yang dikuatkan dengan lahirnya UU 32/2004 tentang Pemerintah Daerah.

Anwar juga meminta timnya mematuhi rambu-rambu yang telah mengatur tentang pelaksanaan pilkada seperti penggunaan mobil dinas selama kampanye dan pemasangan stiker pasangan calon pada kendaraan milik pemerintah.

"Ini harus menjadi perhatian semua tim yang akan bekerja dalam memenangkan pesta demokrasi lima tahunan ini. Hindari pelanggaran untuk suksesnya pilgub yang tinggal tiga bulan ke depan atau sekitar Oktober 2011," kata Anwar.

Ketua KPU Sulbar, Nahar Nasada menyampaikan bahwa jajaran Panwaslu Sulbar belum melaporkan adanya pelanggaran yang dilakukan selama tahapan pilkada berlangsung.

"Sejauh ini belum ada temuan pelanggaran kampanye oleh pasangan cagub/cawagub yang akan bertarung dan ini menjadi tugas Panwaslu yang melakukan kontrol terhadap tahapan pilgub," ungkap Nahar. (T.KR-ACO/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026