
FDC Unhas Bersihkan Laut Bantaeng

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kelompok pecinta lingkungan yang tergabung dalam Fisheris Diving Club (FDC) Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melakukan kegiatan bersih lingkungan laut di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kegiatan yang melibatkan 30 orang anggota club dan siswa SMA dari lima sekolah di Kabupaten Bantaeng tersebut dipusatkan di Pantai Marina Korong Batu. Kegiatan yang dilakukan dalam bentuk penyelaman tersebut diberi nama "Under Water Clean Up".
Selain membersihkan lingkungan bawah laut, FDC juga melakukan pembersihan sepanjang pantai, kata Ketua FDC, Al-Furkan di Bantaeng, Sabtu.
Menurut dia, pelibatan siswa SMA Bantaeng dimaksudkan sebagai partisipan dalam sekolah alam.
Para siswa juga akan dilatih penyelaman dasar (snorklin) dan dibekali pengetahuan tentang biota laut, ekosistem, mangrove dan lainnya agar kelak dapat mengantisipasi kondisi lingkungan pantai dan laut di daerah ini, ujarnya.
Menurut Al-Furkan, penyelaman peduli lingkungan yang akan berlangsung dua hari (16-17 Juli) merupakan kali kedua setelah kegiatan yang sama di Kota Parepare.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantaeng, H Abd Latief Naikang menyambut baik kegiatan mahasiswa Unhas dalam bentuk aksi lingkungan laut dan pantai.
Kegiatan penyelamatan lingkungan laut dan pantai sangat penting, terlebih kondisi terumbu karang Kabupaten Bantaeng yang selama ini menjadi rumah ikan sudah mengalami kerusakan.
Tingkat kerusakan tempat bertelurnya ikan tersebut bahkan mencapai angka di atas 50 persen. Kerusakan tersebut akibat pemboman ikan yang terjadi awal tahun 2.000-an.
Kini, tak ada lagi pemboman ikan, namun terumbu karang seluas 361 Ha tersebut rusak akibat perilaku pembudidaya rumput laut. Karung pasir yang berfungsi sebagai pemberat seringkali bocor dan menimbun terumbu karang.
Ia berharap, melalui kerjasama Fakultas Perikanan Unhas membuat sonasi penentuan titik karang buatan bisa terselenggara untuk mengembalikan Bantaeng sebagai daerah ikan.
"Selama ini, kita kesulitan. Bahkan ikan kecilpun sudah harus didatangkan dari daerah lain. Itu karena rumah ikan sudah rusak. Makanya kita sudah mengusulkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membuat rumah ikan," tambah Kadis Kelautan dan Perikanan Bantaeng H Abd Latief Naikang. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
