
Bengkulu Tertarik Kembangkan Talas

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Kepahiyang, Provinsi Bengkulu tertarik mengembangkan talas dan sebagai wujud keseriusan daerah itu dalam pengembangan tanaman itu, Bupati Kepahiyang Drs H Bandu Amin C Kader, MM membawa SKPD-nya ke Bantaeng, Sulsel.
Rombongan berjumlah 13 orang (termasuk tiga camat) tersebut diterima Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah bersama Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Sekda HM Yasin MT, Kadis Pertanian dan Peternakan Syamsu Alam, Kepala Badan Ketahanan Pangan Zainuddin dan staf ahli bupati bidang pertanian Dr Mokhtar Nawir di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Selasa.
Bandu Amin mengatakan, kondisi alam wilayah kerjanya sangat mirip dengan Kabupaten Bantaeng. "Ada wilayah dingin yang juga berada di atas ketinggian," ucapnya.
Selama ini, kata Bandu yang juga Ketua Bidang Pengembangan Potensi Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), masyarakat Kepahiyang mengembangkan tanaman kopi dan kakao.
Kini, masyarakat juga mengembangkan sengon. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, ia berharap pengembangan tanaman talas seperti yang dikembangkan di Kabupaten Bantaeng.
"Saya optimistis dengan menanam aneka ragam tanaman bernilai ekonomi, terutama talas, kesejahteraan masyarakat lebih terjamin. Itulah yang menjadi tugas pemerintah," ujarnya.
"Yakinlah, rakyat makin kaya kalau bisa menanam talas sebab pasarnya tersedia," tambah Bupati seraya memperkenalkan sejumlah SKPD yang menyertainya antara lain Kadis Pertanian Tanaman Pangan, Kadis Pendidikan dan Olahraga, Kadis Perindag dan Koperasi, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Ketua Bappeda, Kadis Perikanan dan Peternakan, Kepala Badan Penyuluhan, Staf Ahli Bupati serta pengurus APKASI.
Rombongan besar itu sengaja dibawa untuk melihat dan belajar tentang pengembangan potensi yang kira-kira bisa dikembangkan di Kepahiyang.
Selain pengembangan tanaman yang mengandung kolagen tinggi tersebut, Bupati Kepahiyang juga berharap kepada Bupati Bantaeng untuk mendatangkan investor yang akan menyerap produksi petani.
Selain tertarik talas, Bupati Kepahiyang Bandu Amin juga mengemukakan keinginannya untuk mengembangkan bawang merah sebab produksi bawang merah di daerahnya tidak sebesar produksi bawang di Bantaeng, urainya.
Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah menyambut baik keinginan Kabupaten Kepahiyang Provinsi Bengkulu untuk turut mengembangkan talas safira sebab pasar Jepang membutuhkan 360 ribu ton talas/tahun.
Kapasitas produksi pada industri talas milik PT Global Seafood International Indonesia (GSII) sendiri selama ini hanya mampu 10 ton/hari, namun hingga kini, produksi talas yang masuk belum mencukupi.
Untuk mengisi permintaan pasar talas di Negeri Matahari terbit tersebut, Jepang selama ini mendatangkan dari China. Nurdin berharap, pengembangan talas hingga ke Bengkulu dapat memenuhi permintaan pasar talas Jepang tersebut.
Menanggapi pengembangan industri ke daerah itu, Nurdin Abdullah yang juga Ketua Persada Sulsel berjanji akan mendatangkan investor ke Pahiyang.
Tentang pelayanan kesehatan, Bupati HM Nurdin Abdullah menyebut kehadiran Brigade Siaga Bencana (BSB) yang siap memberikan pelayanan 24 jam. Lembaga yang dilengkapi ambulance dan fasilitas pemadam kebakaran itu siaga bersama dokter dan perawat serta tenaga Damkar.
Sebelum meninggalkan daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini, tamu dari Bengkulu itu berkesempatan melihat penanaman talas di Desa Bontoloe Kecamatan Tompobulu serta markas BSB.
Bupati Kepahiyang bersama rombongan juga menyaksikan pengembangan tanaman apel, strawberry dan bawang merah di Kecamatan Ulu Ere serta pengembangan ternak sapi terpadu di Desa Nipa-Nipa Kecamatan Gantarangkeke. (T.KR-HK/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
