Logo Header Antaranews Makassar

PAN Desak Usung Cagub Kader Internal

Selasa, 26 Juli 2011 20:19 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Sebanyak 24 DPD Partai Amanat Nasional se-Sulawesi Selatan mendesak partainya mengusung kader internal sebagai calon gubernur, jika tak satupun kader partai tersebut diakomodir dalam paket bersama calon Partai Golkar.

Sekretaris DPW PAN Sulsel, Buchari Kahar Muzakkar di Makassar, Selasa, mengatakan, aspirasi tersebut berkembang dikalangan pengurus tingkat kabupaten dan kota, setelah melihat konstalasi politik terkini jelang pemilihan pada tahun 2013

"Bukan hanya di tingkat kabupaten, dari pengurus pusat juga menilai hal yang sama. Pertimbangannya, PAN di Sulsel adalah partai kuat," ujar anggota DPRD Sulsel tersebut.

Namun, ia menegaskan aspirasi itu belum menjadi keputusan formal atau masih dalam tahap pembicaraan. Sikap DPW PAN Sulsel sendiri masih berada di tengah, yakni berharap calon dari PAN disandingkan dengan calon Golkar, Syahrul Yasin Limpo, yang saat ini masih menjabat sebagai gubernur.

PAN, kata Buchari, sampai saat ini masih mendorong tiga figurnya untuk posisi tersebut. Ketiganya yakni Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, Koordinator Pemenangan PAN Sulawesi Yuliani Paris dan Buchari sendiri.

"Keinginan mendorong kader internal jika tak berpasangan Golkar itu masih wacana. Kami juga secara resmi memutuskan siapa yang akan diusung baru pada pertengahan tahun 2012," katanya.

Berbeda dengan PAN, Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK) yang juga masuk dalam koalisi pasangan Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Numang (Sayang) bersama PAN dan Golkar pada pilgub 2008, bersikap sebaliknya.

Ketua DPW PDK Sulsel Adil Patu menegaskan, partainya akan tetap mendukung koalisi Sayang dan tidak meninggalkan Golkar siapapun yang dipilih menjadi paket Syahrul untuk kedua kalinya.

Alasannya, selama tiga tahun kepemimpinannya mengendalikan Sulsel, berbagai keberhasilan sudah ditorehkan, termasuk meningkatkan perekonomian.

"PDK sangat bangga menjadi pengusung Sayang. Karena selama tiga tahun, berbagai prestasi dan kinerjanya sangat memuaskan. Ditambah di tahun ini, mendapat penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP ) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," katanya.(T.KR-AAT/S016)




Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026