
Harga Gula di Sulsel Naik 10 Persen

Makassar (ANTARA News) - Sejumlah pejabat kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) melaporkan telah terjadi kenaikan harga gula pasir sebesar 10 persen menjelang Ramadhan.
Kenaikan harga gula pasir disampaikan oleh Kabupaten Enrekang kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo pada Rapat Koordinasi Kesiapan Pasokan dan Distribusi Kebutuhan Pokok Masyarakat Menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri di Makassar, Rabu.
Kondisi kebutuhan pokok di Enrekang dinyatakan cukup hanya harga gula pasir mengalami kenaikan 10 persen, kemudian minyak goreng curah naik lima persen dan telur ayam naik 22 persen dari Rp990 menjadi Rp1.100. Sementara harga bawang merah turun 10 persen. Kabupaten penghasil sayuran ini juga memastikan kemampuan untuk memasok cabai dan kol untuk distribusi ke kabupaten dan kota lainnya di Sulsel.
Hal lain yang memerlukan penanganan adalah pengendalian perdagangan antarpulau dari petani Enrekang ke pedagang Kalimantan yang menawarkan harga lebih tinggi.
Kabupaten Bone juga melaporkan kenaikan harga gula dari Rp9.000 menjadi Rp10.250 per kilogram, begitu juga dengan telur. Sementara persediaan beras mencukupi hingga sembilan dan minyak goreng tiga bulan. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah cabai dan bawang merah.
Kota Palopo juga melaporkan kenaikan harga gula pasir yang telah terjadi selama satu pekan terakhir. Kenaikan harga gula terjadi karena pengambilan pasokan di Makassar terhambat antrean panjang. Sementara kebutuhan pokok lainnya seperti beras mencukupi hingga tiga bulan, terigu, tiga bulan dan minyak kelapa hingga akhir tahun.
Di Makassar, dari pantauan dinas perindustrian dan perdagangan setempat di 11 pasar tradisional harga telur, daging ayam dan sapi, beras spesial, minyak curah juga bergerak naik. Kenaikan harga ini telah menyebabkan peningkatan inflasi 1,7 persen namun kehadiran minimarket justru ikut mendorong stabilitas.
Kabupaten Bulukumba juga mengalami kenaikan harga gula dan telur seperti Enrekang namun persediaannya masih mencukupi hingga empat bulan. Sedangkan beras tujuh bulan, minyak goreng dan terigu enam bulan.
Ketersediaan gula pasir dan beras juga dinyatakan aman oleh Pemerintah Kota Pare Pare untuk tiga bulan ke depan. Kenaikan harga terjadi pada cabai karena kurangnya pasokan dan mengharapkan Enrekang memberikan dukungan pasokan.
Kabupaten Bantaeng, memiliki ketersediaan gula pasir, terigu dan minyak goreng hingga tiga bulan serta beras untuk 12 bulan. Kenaikan harga juga terjadi pada gula pasir sebesar lima persen serta ayam dan telur naik. Hingga kini kondisi distribusi hingga ke tingkat desa lancar dan dalam waktu dekat akan menggelar pasar murah dengan subsidi sebesar 50 persen.
Sebelum laporan per kabupaten ini disampaikan kepada gubernur, para distributor utama bahan pokok di Sulsel menyatakan ketersediaan gula pasir mencukupi hingga lebih dari tiga bulan sebanyak 29 ribu ton. Minyak goreng hingga tiga bulan. Serta terigu, sebanyak 10 ribu ton cukup untuk satu setengah bulan dengan prediksi kenaikan permintaan hingga 20 persen. R-RY/C/Y008/C/Y008) 27-07-2011 20:37:52
uk semifinal merupakan yang paling realistis bisa kita wujudkan. Kami berharap atlet yang telah lolos bisa lebih mematangkan kemampuan sebelum berlaga di PON nanti," ujarnya.
Pada babak kualifikasi di GOR Sungguminasa Gowa, Sulsel, Sultra yang tampil sebagai juara kedua berhasil menempatkan delapan atletnya di PON.
Delapan atlet beregu putri andalan Sultra tersebut diantaranya Sesaria, Wieke,Ratih, Apriani, Isra Faradillah, Yuli, Sopi Supianti, dan Novi Triwahyuni. (T.PSO-283/A020)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
