Logo Header Antaranews Makassar

Bibit Palsu Rusak Produksi Kelapa Sawit Sulsel

Jumat, 3 April 2009 14:51 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Produksi kelapa sawit di Sulawesi Selatan tahun 2009 terancam mengalami penurunan, akibat peredaran bibit kelapa sawit palsu.

Dinas Perkebunan Provinsi Sulsel, Burhanuddin Mustafa, di Makassar, Jumat, memprediksi jumlah bibit palsu yang beredar di Sulsel saat ini telah mencapai sekitar 100 ribu bibit lebih.

Dia mengungkapkan, untuk menghindari terjadinya peredaran penggunaan bibit kelapa sawit palsu oleh petani, dinas perkebunan Sulsel telah membentuk tim khusus yang bertugas untuk mencari dan mengamankan bibit-bibit palsu tersebut.

"Kami khawatir peredaran bibit itu akan menggerus pendapatan petani, akibat anjloknya hasil produksi," ucapnya.

Berdasarkan data di Dinas Perkebunan Sulsel, bibit palsu tersebut cenderung lebih murah dibanding bibit bersertifikat. Rata-rata bibit bersertifikat dijual dengan harga Rp6000 per biji. Sedangkan, bibit palsu yang dilaporkan tidak dapat berbuah itu dijual dengan harga sebesar Rp4000 per biji.

Burhanuddin menambahkan, petani kelapa sawit telah diminta mewaspadai penggunaan bibit kelapa sawit palsu, sebab kami tengah melakukan pengawasan intensif terhadap penggunaan bibit palsu.

"Kami berencana melakukan revitalisasi sekitar 2.000 hektar lahan kelapa sawit di Sulsel pada tahun ini," katanya.

Sejauh ini, Pemprov Sulsel telah mempersiapkan sekitar 3,2 juta bibit yang akan digunakan untuk merevitalisasi tanaman yang telah tua. Diharapkan, revitalisasi kelapa sawit tersebut dapat meningkatkan produksi kelapa sawit di tahun ini.

Tahun 2008 lalu, produksi kepala sawit untuk tandan buah segar (TBS) hanya mencapai sekitar 112 ton lebih, sementara CPO nya hanya mencapai 22 ribu ton lebih dari total areal lahan seluas 16 ribu hectar.
(T.PK-HK/Z004)