
Bisnis Perhotelan Sulsel Turun 45 Persen

Makassar (ANTARA Sulsel) - Kinerja bisnis perhotelan di Sulawesi Selatan selama triwulan pertama 2009 menurun hingga 45 persen.
Ketua Persatuan Hotel Dan Restoran Indonesia (PHRI) Makassar, Anggiat Sinaga di Makassar, Sabtu, mengatakan, penurunan yang terjadi diakui masih dipengaruhi efek dari krisis keuangan global.
Beberapa kegiatan yang digelar di Sulsel terpaksa harus ditunda untuk melakukan efisiensi biaya inap dan kegiatan-kegiatan pertemuan beberapa perusahaan-perusahaan besar industri pertambangan dan telekomunikasi yang tidak lagi melakukan kontrak kerjasama dengan pelaku perhotelan.
"Perubahan perilaku itu bagian dari upaya perusahaan-perusahaan melakukan efisiensi biaya operasional selama krisis berlangsung," kata Anggiat.
Dia menambahkan, selain penurunan kegiatan pemerintah dan swasta telah terjadi pergeseran perilaku wisatawan asing yang jauh lebih memilih menginap di penginapan sederhana dibanding hotel berbintang.
"Belanja pemerintah yang biasanya diarahkan pada kegiatan pameran, sosialisasi, dan pertemuan-pertemuan lainnya, saat ini dititikberatkan pada belanja untuk mendongkrak pembangunan di sektor riil dan infrastruktur," ungkapnya.
Untuk mendongkrak tingkat hunian perhotelan pada triwulan kedua 2009, hotel-hotel di Makassar masih tetap mengandalkan adanya kegiatan skala lokal.
Kegiatan kepartaian sejauh ini masih mengandalkan kegiatan di luar ruangan, sementara kegiatan yang menggunakan jasa hotel misalnya pertemuan dan inap masih belum menjadi minat partai politik.
"Terlebih sejumlah juru kampanye memilih perjalanan singkat dibanding menginap sehari di Makassar," ucapnya
Sejumlah hotel di Makassar mengaku tidak mendapat efek baik atau peningkatan hunian selama masa kampanye rapat umum berlangsung. Berbanding terbalik dengan kondisi kinerja keuangan nasional yang menilai kegiatan kampanye mampu memberi efek positif terhadap upaya perbaikan ekonomi di tengah terjangan krisis global.
PHRI Makassar pesimistis dengan adanya analisa kegiatan kampanye dapat membantu perbaikan ekonomi disaat krisis, sebab sektor usaha perhotelan sejauh ini mengaku belum merasakan hal tersebut.
(T.PK-HK/F003)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
