
Pasangan AAS tak Persoalkan Berkurangnya Data DPS

Mamuju (ANTARA News) - Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Sulawesi Barat, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga, tidak mempersoalkan berkurangnya data daftar pemilih sementara dari data daftar pemilih potensial pemilih pemilu pilkada tahun 2011.
"Tidak ada masalah, meskipun data pemilih sementara (DPS), berkurang atau menurun dibandingkan data Daftar Pemilih Potensial Pemilih Pemilu (DP4) pilkada Sulbar tahun 2011, kandidat kami tidak akan dirugikan," kata Ketua tim koaliasi pemenangan pasangan cagub-cawagub Sulbar, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga (AAS), Hamzah Hapati Hasan di Mamuju, Minggu.
Data DPS Pilkada Sulbar yang telah disusun KPU setempat sekitar 766133 orang terdiri dari Mamuju, 233.863 orang, Polman 233.400 orang, Majene 102.070 orang, Mamasa 105.618 orang dan Mamuju Utara 91.162 orang.
Data DPS itu berkurang dibandingkan data DP4 pilkada yang jumlahnya sebelum ditetapkan menjadi DP4 pilkada adalah yang diserahkan ke KPU berjumlah 891,591 orang dari 1.398.844 orang penduduk di lima Kabupaten di Sulbar.
DP4 Sulbar itu terdiri dari Mamuju Utara 92.104 orang Kabupaten Mamuju 306.828 orang, Mamasa 103.202 orang, Polman 283.045 orang dan Majene 106.412 orang.
Hamzah yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah I Partai Golkar Sulbar, mengatakan, pasangan AAS mengandalkan dukungan masyarakat secara merata di lima kabupaten sehingga seandainya data DPS ada dugaan direkayasa, maka pasangan AAS tidak akan merasa dirugikan karena akan mengandalkan dukungan masyarakat.
"Dibolak-balik dengan model apapun DPS itu, tidak akan mengubah dukungan masyarakat kepada pasangan AAS, karena masyarakat pasti signifikan mendukung AAS di pilkada sulbar," kata Hamzah yang juga ketua DPRD Provinsi Sulbar.
Menurut dia, di atas angin pasangan AAS unggul dibandingkan kandidat lain karena erupakan kandidat "incumbent" yang memiliki infrastruktur tim pemenangan yang kuat di lima Kabupaten dan telah teruji kepemimpinannya setelah membawa sulbar hingga mengalami kemajuan pembangunan seperti sekarang ini.
"Pasangan AAS yang merupakan kandidat 'incumbent' dianggap berhasil membangun Sulbar karena membawa pertumbuhan ekonomi Sulbar menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, sekitar 15,1 persen," katanya.
Selain itu, kata dia, berhasil membangun sejumlah infrastruktur di Sulbar seperti bandara, pelabuhan dan jalan nasional yang sudah memadai sebelumnya.
"Keberhasilan itulah akan menjadi andalan pasangan AAS meraih dukungan masyarakat, yang telah merasa terjadi perubahan pembangunan dibawah kepemimpinan Anwar Adnan Saleh sebagai gubernur sejak lima tahun terkahir," katanya.
Apalagi, kata dia, infrastruktur pendukung pasangan AAS cukup kuat karena didukung 29 parpol parlemen, di antaranya, tujuh partai parlemen, yakni Golkar, Demokrat, PDIP, Hanura, PKS, PPP, PDS dan PKPB, kemudian 22 partai nonparlemen, yakni PBB, PPRN, PNBK, PIB, PSI, PartaiKedaulatan, PKDI, Partai Pelopor, PPPI, Republikan, Pakar Pangan, PPI, Patriot, PIS, PMB, PDI, PKNU, PPNUI, PKI PDP dan Partai Merdeka.
Selain itu, juga didukung 21 organisasi relawan pendukung tersebar di lima Kabupaten di Sulbar. (T.KR-MFH/S023)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
