
AAS Klaim Imbangi ABM-TA di Polman
Selasa, 4 Oktober 2011 19:30 WIB

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar, Nurdin Halid, di Mamuju, Selasa, mengatakan, pasangan AAS mulai mengimbangi pasangan ABM-TA dalam menggalang dukungan masyarakat tujuh hari menjelang pilkada Sulbar yang akan digelar 10 Oktober tahun 2011 khususnya di Kabupaten Polewali Mandar.
"Sebelumnya sekitar 65 persen masyarakat Polman akan mendukung Alibal maju sebagai Gubernur Sulbar, berdasarkan survei kami,"kata Nurdin yang juga koordinator pemenangan Golkar wilayah Sulawesi.
Namun kata dia, setelah Anwar Adnan Saleh yang masih menjabat sebagai Gubernur Sulbar menyatakan akan maju di pilkada Sulbar sebagai cagub "incumbent", dengan didukung tujuh partai yakni Partai Golkar, PDI Perjuangan, PPP, PKS, PKPB, PDS dan Partai Hanura, maka dukungan masyarakat mulai menurun.
"Ketika Anwar Adnan Saleh menyatakan, secara resmi maju di pilkada Sulbar maka dukungan masyarakat terhadap ABM-TA mulai menurun, apalagi setelah Anwar Adnan Saleh menyatakan diri maju berpasangan dengan Aladin maka justru pasangan AAS semakin melejit dan mengimbangi dukungan masyarakat Polman terhadap ABM-TA jelang pilkada Sulbar akan digelar,"katanya.
Ia mengatakan, pasangan AAS meraih dukungan masyarakat dengan mulai mengimbangi pasangan ABM-TA di Polman, karena Anwar Adnan Saleh dan Aladin S Mengga juga merupakan warga Kabupaten Polman.
Oleh karena itu ia mengatakan, dukungan masyarakat yang mulai seimbang antara pasangan AAS dan ABM-TA di Polman akan menjadi modal pasangan AAS untuk terus memaksimalkan konsolidasi ditingkat tim pemenangannya agar pasangan AAS dapat lebih unggul dari pasangan ABM-TA.
"Karena sudah seimbang tim AAS akan bekerja keras agar dapat unggul dari pasangan ABM-TA di Kabupaten Polman, karena apabila AAS menang di Polman, maka AAS optimistis memenangkan pilkada Sulbar karena diempat Kabupaten lainnya di Sulbar yakni Mamuju, Majene, Mamasa, dan Mamuju Utara, AAS sudah unggul berdasarkan survei,"katanya. (T.KR-MFH/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
