Logo Header Antaranews Makassar

Pusat Perbelanjaan di Majene Masih Tutup

Kamis, 1 September 2011 19:56 WIB
Image Print

Majene, Sulbar (ANTARA News) - Pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, hingga memasuki hari kedua Lebaran, Kamis, umumnya masih tutup.

Para pedagang di pusat pertokoan di jalan Wahab Azasi memanfaatkan masa libur Lebaran untuk kegiatan bersilaturahim dengan keluarga mereka.

Demikian juga yang terjadi di pasar tradisional Majene. Rata-rata pedagang masih memilih tutup, kecuali para pedagang sayur mayur, sembilan bahan pokok dan pedagang ikan.

"Mulai hari (Kamis) ini kami telah membuka dagangan setelah kemarin (Rabu) telah dihabiskan untuk kegiatan silaturahim dengan keluarga, tetangga," kata Hafaziah, salah seorang pedagang sayuran di pasar tradisional Majene.

Ia mengatakan, dirinya tidak dapat berlama-lama menutup jualan setelah libur Lebaran karena desakan kebutuhan ekonomi yang harus ditanggulangi.

Hal senada dikatakan Sunania, salah seoang pedagang ikan basah. Ia mengatakan, dirinya kembali membuka jualannya setelah usai memanfaatkan bersilaturahim dengan para kerabat maupun tetangga.

Ia mengemukakan, harga ikan basah seperti Cakalang tergolong mahal karena hasil tangkapan para nelayan sangat berkurang.

"Hanya sebagian nelayan yang turun melaut setelah pasca lebaran. Makanya, harga ikan basah masih mahal karena pasokan ikan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ungkapnya.

Untuk jenis ikan basah Cakalang, kata dia, saat ini masih dijual mahal sekitar Rp25.000/kilogram. Harga ini sesuai dengan harga yang berlaku saat Lebaran Idul Fitri beberapa hari yang lalu. (T.KR-ACO/A023)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026