Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa Jepang Tertarik Alam Bantaeng

Selasa, 13 September 2011 03:32 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Mahasiswa Jepang peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional tertarik dengan alam Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.

"Selain alamnya yang indah, orang Bantaeng juga ramah," kata Sato Yutaro, salah seorang peserta KKN Internasional disela diskusi dengan Bupati Bantaeng di rumah jabatan Bupati Bantaeng, Senin.

Mahasiswa semester tiga jurusan pertanian itu mengaku sangat terkesan dengan keramahan masyarakat daerah berjarak 120 kilometer arah selatan Kota Makassar ini.

Selain keramahtamahan masyarakat dan alamnya yang indah, makanannya juga lezat. "Bantaeng mantap," tutur Sato Yutaro dalam bahasa Indonesia patah-patah.

Sato Yutaro yang oleh teman-temannya digelari Daeng Ca?ma karena suka ngemil itu mengaku sangat senang bisa ke Bantaeng. "Saya Sangat senang bisa ikut bersama teman-teman ke Bantaeng," tambahnya.

Rombongan mahasiswa KKN Internasional dari Jepang tersebut berjumlah 11 orang terdiri atas 5 orang mahasiswa Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum dan Budaya (3) dan Mipa (3) tersebut dipimpin Prof Dr Osozawa Katsuya, Direktur Pusat Asia Afrika Ehime University.

Para mahasiswa Jepang tersebut didampingi sembilan orang mahasiswa Unhas, termasuk empat orang yang dipersiapkan mengikuti KKN Internasional ke Negeri Sakura tersebut. Para mahasiswa itu juga didampingi seorang supervisor dari Unhas Drs H M Bahar Akkase Teng, Lc.M.Hum.

Prof Dr Osozawa Katsuya mngatakan, KKN ke luar Jepang merupakan kali ketiga setelah kegiatan yang sama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Namun dua KKN sebelumnya itu hanya semacam study banding.

Kerjasama dengan Unhas menyiapkan 4 SKS sebagaimana SKS yang diberlakukan pada mahasiswa KKN Unhas yang fokus pada pengabdian masyarakat. Tapi, ini juga masih uji coba, urainya.

"Kami ingin mencontoh pola KKN di Indonesia agar mahasiswa Jepang juga memiliki kepedulian di bidang kemasyarakatan, pertanian dan kehutanan. Sebaliknya, kami juga ingin mahasiswa Indonesia mengetahui wilayah Jepang," ujarnya.

Makanya dengan kedatangan mahasiswa Jepang ini, kami ingin membekali dengan pengetahuan lingkungan dan beradaptasi dengan masyarakat. terangnya lagi.

Osozawa mengakui, selama ini pihaknya tidak memiliki program pengabdian masyarakat. Dan itulah yang ingin kami contoh agar tidak terjadi kesenjangan di tengah masyarakat sebab masyarakat Jepang, terutama anak muda sekarang sudah tidak tertarik bidang pertanian.

Ia bahkan menyebut petani Jepang kini kebanyakan sudah berusia di atas 60-an, sementara yang muda-muda lebih tertarik bekerja pada industri. "Kebetulan, Bupati Bantaeng Prof Dr Nurdin Abdullah sangat agresif memperkenalkan wilayah tropis dan potensial lainnya. Makanya, kami ke Bantaeng," ujarnya.

Menjawab pertanyaan, ia mengatakan, sebelum ke Indonesia, para mahasiswa sudah dibekali latihan bahasa Indonesia dan tata cara hidup. Misalnya cara mencuci pakaian dengan tangan.

"Mereka selama ini hidup serba mesin. Mau cuci baju ada mesin cuci dan lainnya. Kini saatnya mereka belajar tentang kemasyarakatan dan hidup sebagaimana masyarakat daerah, ucap Osozawa Katsuya.

Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah menyambut baik kehadiran mahasiswa dari negeri matahari terbit tersebut di Butta Toa. Ia kemudian memperkenalkan sejumlah potensi daerah yang terdiri atas tiga klaster dengan keunggulan sendiri-sendiri.

Ketiga klaster tersebut meliputi wilayah pesisir dengan potensi rumput laut, dataran rendah dengan pertanian sawah, talas, kopi serta wilayah pegunungan dengan pengembangan perkebunan kakao, apel dan strawberry.

Di wilayah Kecamatan Ulu Ere bahkan dikembangkan menjadi kawasan wisata agro yang dilengkapi tanaman hias yang menarik. Tanaman hias tersebut juga memenuhi kebutuhan pasar bunga segar di Kota Makassar, jelasnya.

Bupati HM Nurdin Abdullah juga mengemukakan sejumlah industri pengolahan seperti industri pengolahan ikan dan talas milik PT Global Seafood International Indonesia.

Menjawab pertanyaan mahasiswa, Bupati Bantaeng mengatakan, pengembangan industri dimaksudkan untuk menunjang produksi pertanian masyarakat. "Kehadiran industri tersebut, selain menyerap tenaga kerja juga meningkatkan pendapatan masyarakat karena produksinya tidak kesulitan pemasaran," ucapnya. (T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026