
Sejumlah Caleg Telan "Pil Pahit"

Kupang (ANTARA Sulsel) - Sejumlah calon anggota dewan legislatif (Caleg) asal Kabupaten Flores Timur yang berada di daerah pemilihan Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menelan "pil pahit" karena basis pendukungnya ke Larantuka untuk mengikuti Prosesi Jumat Agung.
Seorang pengamat politik dan hukum dari Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Dr Karolus Kopong Medan SH.MHum, Sabtu, mencatat, sekitar 50 persen warga Kota Kupang asal Flores Timur dan Lembata tidak menggunakan hak politiknya pada pemilu 9 April 2009.
"Mereka merupakan basis pendukung para caleg asal Flores Timur yang memiliki Dapil di Kota Kupang. Sejumlah caleg asal Flotim dan Lembata harus menelan pil pahit, karena tidak mendapat dukungan suara yang signifkan," ujarnya.
Seorang caleg DPR-RI dari PKB asal Flores Timur untuk Dapil NTT2, Antonius Doni mengakui bahwa suara yang diperoleh dari Kota Kupang amat sangat minim pada pemilu 9 April lalu.
"Banyak basis pendukung saya ke Larantuka sehingga tidak mendapatkan suara yang signifkan. Meskipun demikian, kurangnya perolehan suara tersebut masih ditutupi dengan Dapil lainnya di NTT2," katanya.
Kopong Medan mengatakan, para peziarah dari Kupang asal Flores Timur dan Lembata bisa menggunakan hak politiknya pada pemilu susulan di dua kabupaten itu pada 14 April mendatang, namun surat suara cadangan yang disiapkan KPU setempat hanya dua persen.
Di sisi lain, tambahnya, para peziarah tersebut menjadi kelompok golongan putih (Golput), karena kemungkinan kecil mereka akan menggunakan hak pilihnya dalam pemilu susulan tersebut.
"Sebelum tanggal 14 April, para peziarah tersebut sudah meninggalkan Larantuka, sehingga peluang untuk menggunakan hak politiknya pada pemilu susulan di Flores Timur dan Lembata, kemungkinan kecil akan terjadi," katanya.
(T.L003/O001)
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
