Logo Header Antaranews Makassar

Polewali Mandar Tetap Peroleh Minyak Tanah Bersubsidi

Selasa, 20 September 2011 11:34 WIB
Image Print

Polewali Mandar, Sulbar (ANTARA News) - Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, tetap memperoleh jatah minyak tanah bersubsidi sebesar 30 persen hingga akhir September 2011.

"Semestinya, penyaluran minyak tanah bersubsidi dihentikan 100 persen sejak pertengahan September 2011 sesuai dengan kebijakan PT Pertamina Region VII Makassar Sulawesi Selatan kepada Pemkab Polewali Mandar," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Polman Kallang Marsuki di Polman, Selasa.

Namun, lanjutnya, PT Pertamina memberikan kebijakan untuk tetap memberikan jatah sebesar 30 persen dari 50 kiloliter minyak tanah yang selama ini disalurkan setiap hari kepada empat agen di Polman.

Kallang menyatakan bersyukur sebab jatah yang seharusnya telah dihentikan kembali disalurkan untuk mengantisipasi kebutuhan warga yang masih sangat besar meskipun PT Pertamina juga telah mendistribusikan paket tabung elpiji.

Selain itu, beberapa warga yang belum mendapatkan penggantian paket elpiji tetap membutuhkan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga.

Warga Poman, Masriati menyatakan penyaluran minyak tanah bersubsidi sangat membantu sebab hingga saat dirinya ini belum menerima pengganti paket elpiji yang rusakn sehingga tidak bisa difungsikan.

"Harapan kami, distribusi minyak tanah bersubsidi baru dihentikan setelah penggantian paket elpiji, sehingga kami memiliki pengganti bahan bakar untuk memasak," harapnya.

Terkait distribusi elpiji, sebelumnya Konsultan Distribusi Paket Elpiji Polman Rusli mengatakan, pada dasarnya PT Pertamina telah menutup kesempatan bagi warga Polman yang ingin mendapat paket elpiji setelah proses distribusi dilakukan sebanyak dua tahap dan jangka waktu dustribusi dianggap telah selesai.

"Di beberapa kabupaten di Sulsel distribusi paket elpiji hanya dilakukan dalam satu tahap. Namun, distribusi di Polman dan beberapa kabupaten lain di Sulbar dilakukan hingga tiga tahap," ungkapnya.

Kebijakan ini diberikan kepada warga karena masih banyak warga yang belum mengetahui bahwa penggunaan elpiji lebih hemat dan efektif dibanding menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakar rumah tangga.

Dijelaskan, banyaknya warga yang terlambat mengetahui keunggulan penggunaan gas elpiji sehingga banyak warga yang terdata sebagai penerima belum diberi jatah paket elpiji. (T.PSO-284/N002)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026