
Syahrul dan Ilham Hadiri Silaturahim KKL
Rabu, 21 September 2011 03:44 WIB

Kehadiran keduanya membuat acara silaturahim yang dihadiri ratusan masyarakat dan tokoh Luwu seperti Anggota DPD RI Aziz Qahar Muzakkar, Staf Ahli Wakil Presiden Boediono, HM Luthfi A. Mutty dan Prof Dr Mansyur Ramly diwarnai nuansa politis Pemilihan Gubernur Sulsel 2013-2018.
Luwu Raya yang kini terbagi atas empat kabupaten dan kota yaitu Luwu, Luwu Utara (Lutra), Luwu Timur (Lutim) dan Palopo merupakan salah satu kantong suara terbesar di Sulsel.
Wakil Bupati Luwu Utara Indah Puteri Indrayani mengatakan, di wilayah kerjanya terdapat 73 komunitas masyarakat adat, banyak etnis serta sebagai daerah transmigran. Kondisi ini membuat Lutra menarik untuk pertarungan pemilihan kepala daerah.
Ketua KKL Raya Bukhari Qahar Muzakkar menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Luwu. Kepada Wali Kota Makassar, diharapkan nama pahlawan nasional Datu Luwu Andi Djemma dijadikan nama jalan di Makassar.
Syahrul mengatakan, aspirasi pembentukan kabupaten kelima di wilayah Luwu tersebut masih dalam proses. Ia menekankan, sebagai gubernur, ia tidak pernah menolak aspirasi tersebut. Namun, membentuk sebuah kabupaten tidak mudah.
Ia mengatakan, perjalanan dalam mewujudkan cita-cita harus selalu berjalan sesuai dengan aturan.
Begitu juga soal politik. Ia meyakinkan, dirinya tidak akan berbicara hal-hal terkait politik hingga sembilan bulan sebelum masa pemilihan gubernur.
Politik, lanjutnya, tidak boleh mengganggu hal-hal lain seperti akselerasi pembangunan daerah. "Kita di Sulsel memiliki kematangan itu," ujar Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel ini.
Lebih jauh ia mengatakan, hubungannya dengan Ketua DPD I Partai Demokrat Sulsel Ilham Arief Sirajuddin tidak terpisahkan terutama dalam upaya bersama membangun Luwu dan Sulsel.
Ilham pun berpendapat sama, di luar dinamika-dinamika politik pemilihan gubernur yang mulai terasa yang terpenting adalah silaturahim
"Semangatnya tidak boleh menjadi membuat jarak artinya silaturahim harus tetap jalan, kalaupun dinamika-dinamika biarkan saja tapi itu kan bagian dari proses. Yang jelas menjaga komitmen persatuan menjadi segalanya," jelasnya.
"Apresiasi masyarakat yang muncul di dalamnya ya kita terima saja dulu," ujarnya yang mengatakan bahwa slogan semangat baru dalam beberapa materi iklan bergambar dirinya telah menunjukkan sikap politiknya pada pemilihan gubernur mendatang.
Soal usulan nama Datu Luwu Andi Djemma menjadi nama jalan, ia meminta inisiatif tersebut diajukan secara tertulis ke pemerintah kota lalu diajukan ke DPRD Kota Makassar sebelum nantinya sesuai dengan pemetaan jalan kota. (T.KR-RY/F003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
