Logo Header Antaranews Makassar

AAS : Ada Provokator Sebarkan Isu Aladin Mundur

Selasa, 27 September 2011 13:39 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Calon gubernur "incumbent" Sulbar, Anwar Adnan Saleh (AAS), menyatakan ada provokator sengaja menyebarkan isu bahwa calon pendampingnya, Aladin S Mengga akan mundur jelang hari pencoblosan pada pemilihan gubernur 10 Oktober 2011.

"Isu mundurnya calon wakil gubernur, Aladin S Mengga, telah merebak di wilayah Kabupaten Mamasa. Saya yakin, ini dilakukan sekelompok orang atau provokator dari salah satu kandidat. Yang pastinya, yang sebarkan isu ini bukan dari pasangan cagub-cawagub nomor urut satu, Salim S Mengga-Jawas Gani," kata AAS di Mamuju, Selasa.

Menurutnya, dirinya mengetahui isu ini setelah melakukan kampanye dialogis dengan masyarakat di Kecamatan Sumarorong, Kabupaten Mamasa pada Minggu, (25/9).

"Saat kami laksanakan kampanye dialogis dengan masyarakat di Sumarorong, rata-rata mereka mempertanyakan masalah isu tersebut. Beruntung, pada kampanye dialogis di Sumarorong juga dihadiri langsung Aladin,"ucapnya.

Saat itu kata dia, Aladin pun langsung melakukan klarifikasi bahwa tidak benar isu tersebut.

"Aladin dan Salim S Mengga memang bersaudara. Namun, persoalan politik itu lain. Saya maju sebagai calon wakil gubernur juga telah mendapat respon dari pak Salim,"ungkap AAS mengutip pernyataan Aladin.

Karenanya, kata dia, masyarakat Mamasa tidak perlu mendengarkan isu seperti itu karena Aladin tidak mungkin mundur dari pentas pilgub yang kedua kalinya digelar di daerah ini.

Ia mengatakan, isu yang berkembang bahwa Aladin akan mundur jelang hari H jelas upaya provokasi yang dilakukan sekelompok orang yang tak ingin dirinya kembali terpilih menjadi gubernur periode 2011-2016.

"Kami minta penyebar isu ini menghentikan aksinya karena tindakan seperti itu justeru akan menciderai dirinya sendiri. Mari kita bertarung secara kesatria tanpa harus melakukan kampnaye hitam kepada masyarakat," ungkapnya.

AAS mengharapkan, semua kandidat tidak melakukan upaya kampanye hitam dan tetap menaati ikrar kampanye damai yang telah ditandatangani beberapa waktu yang lalu.

"saya mengajak semua pasangan calon "fair play" di pilkada tanpa melakukan pembusukan karakter terhadap pasangan calon lain. Pesta demokrasi ini harus kita sukseskan sehingga melahirkan pilkada yang demokratis, "kata AAS. (T.KR-ACO/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026