Logo Header Antaranews Makassar

Perilaku Caleg di Sulsel Pasca Pemilu

Selasa, 14 April 2009 13:59 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA Sulsel) - Doa dan dzikir bagi mereka yang optimistis meraih kursi di lembaga legislatif serta stres mewarnai perilaku bagi mereka yang gagal di Pemilu 2009.

Sejumlah caleg dari berbagai parpol peserta pemilu telah menggelar doa dan dzikir atas sukses mendulang suara di daerah pemilihan (Dapil) masing-masing, sementara yang gagal harus mengurut dada bahkan ada yang stres berat.

H Dahlan salah satu caleg dari Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba mengalami depresi setelah gagal meraih kursi di DPRD setempat pada Pemilu 2009.

Caleg dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) itu melakukan cara tak terpuji dengan menyegel sekolah dan mengusir murid SD keluar ruangan di sekolah itu.

Dahlan menutup seluruh pintu ruang kelas serta mengikat dengan tali pintu pagar sekolah serta melarang guru dan murid sekolah itu masuk ke dalam halaman sekolah.

Karena caleg yang bersangkutan tidak meraih satu pun suara di TPS di desanya, sehingga kecewa berat dan mengalami depresi dengan perilaku aneh melarang murid sekolah belajar di ruang kelas.

Pelaku menutup semua ruang kelas dan melarang murid belajar didalam kelas karena mengaku tanah tempat gedung sekolah itu dibangun adalah milik orang tua pelaku.

Namun kepala sekolah tersebut mengatakan, bahwa tanah tempat bangunan sekolah itu sudah dihibahkan untuk pembangunan gedung sekolah sejak beberapa tahun lalu.

Akibat penutupan itu, guru di sekolah itu terpaksa mengatur muridnya berbaris kemudian memberi mata pelajaran sesuai dengan jadwal pelajaran hari itu sebagai bentuk protes kepada sikap Dahlan.

Menurut tim pemenangan caleg yang bersangkutan, Dahlan sangat kecewa terhadap masyarakat di desa itu karena tidak ada yang memilihnya sementara dana yang dikeluarkan pada masa kampanye telah mencapai Rp10 juta.

Selain itu, ada pula caleg yang meminta kembali sarung yang telah dibagikan kepada calon pemilih karena gagal meraup suara terbanyak di TPS.

Lain lagi dengan ulah seorang caleg dari Partai Bulan Bintang (PBB) di Kota Parepare. Karena gagal di pemilu tahun ini, maka caleg bersangkutan mengusir tiga keluarga yang menempati rumah di atas tanah miliknya.

Sementara itu, dari Rumah Sakit Jiwa Dadi Makassar, menyebutkan meski hingga saat ini belum ada pasien sakit jiwa yang masuk karena stres, tetapi beberapa caleg telah melakukan konsultasi dengan dokter di rumah sakit jiwa itu.

Di lain pihak, mereka yang memastikan diri meraih kursi di DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota telah menggelar doa dan dzikir dengan melibatkan keluarga, kerabat dan tim pemenangan.

Partai Golkar setempat optimistis memenangi Pemilu 2009 dengan harapan meraup 44 persen suara dari hasil saat ini sebanyak 27,18 persen.

"Saya optimistis Golkar mampu meloloskan minimal empat caleg ke DPR RI di setiap dapil pada 24 kabupaten dan kota di Sulsel yang terbagi atas tiga dapil," katanya.

Hadi Djamal Teringgi

Caleg PAN Hadi Djamal yang kini jadi tersangka dugaan kasus suap pembangunan infrastruktur di KTI yang diciduk KPK beberapa waktu lalu yang bertarung di dapil I Sulsel hampir pasti lolos ke Senayan pada Pemilu 2009.

Hadi untuk sementara meraih suara tertinggi sebanyak 8.209 suara, disusul putri Gubernur Sulsel Indira Chunda Thita Syahrul 2.339 suara.

Caleg Partai Golkar di dapil yang sama Oelfah S meraih 5.573 suara disusul Ambas Syam 4.761 suara. Caleg Partai Demokrat Reza Ali meraup 5.881 suara dan Ahmad Nizar Shihab 3.597 suara

Sementara Caleg PKS Anis Matta semakin kokoh dengan meraih 10.219 suara dan Muhammad Ihsan 704 suara.

Sememtara di dapil II Golkar menempatkan Malkan Amin diurutan pertama dengan 13.438 suara, disusul Syamsul Bahri 6.275 suara. Pada dapil yang sama PD menempatkan Jafar Hafsah dengan raihan 15.562 suara dan Gaffar Patappe 5.400 suara.

Caleg PDIP Hamka Haq 2.085 suara dan Anshari Mangkona 564 suara. Celeg PKB Amir Mahmud 2.918 suara dan Baharuddin 1.470 suara. Caleg PKS Tamzil Linrung 14.138 suara dan Tajuddin Kamisi 1.470 suara.

Caleg PAN Yuliani Paris 5.660 suara dan A Taufan Tiro 2.710 suara. Caleg Hanura Akbar Faizal 4.313 suara dan A Rahman Halid 1.616 suara.

Sementara di dapil III Caleg Golkar Idrus Marhan tak tersaingi dengan 20.498 suara dan Hariyani Akib Baramuli 12.879 suara. Kemudian caleg PD Bahrum Daidu 13.644 suara dan Andi Timo Pangerang 13.445 suara.

Caleg PAN Amran meraih 7.253 suara dan Abubakar Malinta 3.683 suara. Caleg PKS Andi Rahmat 4.314 suara dan Mudzakir Arif 2.736 suara. Caleg PPP M Suaib Didu meraih 5.337 suara dan M Syukur Sabang 2.392 suara. Sedang Caleg Hanura Muchtar Amma meraih 6.586 suara dan Abd Azis Hasan 2.114 suara.
(T.S016/B013)