
DPRD Batalkan Penyertaan Modal ke Perusda
Jumat, 7 Oktober 2011 19:11 WIB

Sekretaris Komisi C DPRD Sulsel, Ariady Arsal di Makassar, Jumat, mengatakan PT Perusda sama sekali tidak merealisasikan target pendapatan di 2011, malah merugi.
"Kita minta dialihkan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berkinerja baik seperti PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD) dan PT Asuransi Bangun Krida (Askrida)," ucapnya.
Bahkan, menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, PT Perusda juga sudah menghabiskan bantuan keuangan dari Hotel Imperial Aryaduta sekitar Rp270 juta.
"Kedepannya bantuan keuangan dari Hotel Aryaduta, tidak boleh lagi masuk ke Perusda, tetapi langsung ke pemprov," ucapnya.
Jumlah modal yang dikelola Perusda secara mandiri saat ini sebesar Rp14 miliar setelah mendapat tambahan belanja yang di perubahan APBD 2010.
Padalah, Perusda Sulsel menargetkan meraih laba sebesar Rp500 juta di 2011 yang direncanakan bersumber dari bisnis rumput laut, kerja sama pemasaran perumahan R2000 di Tanjung Bunga Makassar dengan PT GMTD, serta penerimaan dari hotel Batupapan di Kabupaten Tana Toraja.
"Kita memasang target pendapatan ini, setelah mendapat tambahan belanja di APBD Perubahan 2010 sebesar Rp1,5 miliar," kata Dirut Perusda Sulsel, Harris Hody Desember 2010 lalu.
Sejak didirikan sekitar 11 tahun lalu, Perusda Sulsel hampir selalu rugi, dan baru mendapatkan keuntungan di 2009 sebesar Rp221 juta, dan kembali menargetkan Rp200 juta lebih di 2010.
Meski begitu, secara keseluruhan Perusda masih mengalami kerugian Rp3,4 miliar terhitung sejak didirikan.
Harris yang mulai menjabat Dirut sejak 2009, saat itu yakin Perusda Sulsel sudah bisa mengembalikan seluruh modal pada 2012 dengan target pendapatan diatas Rp3 miliar. (T.pso-099/B012)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
