Logo Header Antaranews Makassar

Hari Habitat Sedunia Dipusatkan di Makassar

Sabtu, 15 Oktober 2011 15:47 WIB
Image Print
Makassar (ANTARA News) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan peringatan Hari Habitat Dunia 2011 yang dipusatkan di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar, Sabtu.

Peringatan ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Tata Ruang se-Dunia yang ditandai dengan penyerahan alat berat berupa 1 Wheel Loader, 2 Excavator dan 2 sludge equipment berupa Jetting & Vacuum Truck, serta penandatanganan MOU (kesepakatan bersama) tentang Pengelolaan Sistem Pengendalian Banjir, Genangan dan Drainase.

Kasubdit Data dan Informasi, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, Dian Irawati mengatakan Gubernur Sulsel dalam pelaksanaan kegiatan itu melakukan penandatangan prasasti peresmian Rusunawa Kelurahan Daya dan proyek air minum IKK di Desa Batusitanduk, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Peringatan Hari Habitat Dunia yang dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Tata Ruang Dunia digelar di Makassar sebagai momentum untuk melihat bagaimana kondisi permukiman di Indonesia khususnya wilayah timur Indonesia terhadap hak atas hunian layak bagi warganya. "Kegiatan ini juga sekaligus mengingatkan masyarakat akan tanggung jawab bersama bagi upaya menciptakan masa depan permukiman yang lebih baik," kata dia.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) telah menetapkan tema Hari Habitat Dunia (HDD) tahun ini dengan "Cities & Climate Change" atau kota dan perubahan iklim sebagai tema bersama negara-negara dalam memperingati HHD 2011, sedangkan tema Hari Tata Ruang adalah Empowerment For Green Cities.

"Tema ini sejalan dengan tema Hari Habitat Dunia yang juga mengangkat isu kota yang ramah lingkungan. Selain itu, tema ini dipadukan menjadi tema bersama yaitu Kota Hijau Solusi Perubahan Iklim," ungkap dia.

Kesepakatan tema bersama ini dipilih karena perubahan iklim yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan pembangunan utama masyarakat di abad 21. Sedangkan sub tema merupakan solusi yang diyakini mampu membuat kota-kota di Indonesia menghadapi perubahan iklim yang terjadi.

"Perubahan iklim berdampak pada pembangunan perkotaan termasuk permukimannya karena mengakibatkan banyak hal seperti kenaikan permukaan air laut yang menyebabkan abrasi, banjir rob, kondisi cuaca ekstrim termasuk perubahan pola hujan yang menyebabkan kekeringan di lokasi-lokasi tertentu dan banjir di lokasi lain akibat curah hujan tinggi, sementara pertumbuhan kota yang pesat selain secara positif berdampak pada ekonomi juga berdampak pada lingkungan melalui efek gas rumah kaca," ungkap Dian mengutip pernyataan Menteri PU dalam sambutan yang dibacakan oleh Dirjen Cipta Karya, Budi Yuwono saat membuka peringatan Hari Habitat Dunia di Makassar.

Acara ini dihadiri oleh Dirjen Cipta Karya KemenPU, Budi Yuwono, Dirjen Tata Ruang Kementerian PU, Imam S. Ernawi, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin serta para tokoh masyarakat, pakar, LSM, pengusaha property dan mahasiswa pemerhati bidang permukiman.

Tahun ini, Kota Makassar dipilih sebagai tempat penyelenggaran rangkaian kegiatan HHD pada tanggal 14-16 Oktober melalui penyelenggaraan kegiatan seperti penyerahan alat berat ke pemerintah kota dari Kementerian PU, Penandatangan prasasti peresmian rusunawa dan proyek air minum, pesta rakyat, seminar, penanaman pohon, kampanye ramah lingkungan lewat fun-bike serta pameran di kawasan pantai Losari. (T.PSO-282/O001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026