
Dirjen Cipta Karya Buka Konferensi CSS XVII

Makassar (Antara Sulsel) - Direktur Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Sri Hartoyo membuka secara resmi konferensi City Sanitation Summit (CSS) XVII di salah satu hotel berbintang di Makassar, Selasa.
Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasinya kepada para bupati dan wali kota yang sudah maupun baru bergabung ke dalam Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi atau yang dikenal dengan nama AKKOPSI.
Sri Hartoyo mengatakan, kepedulian ini mengindikasikan bahwa negara Indonesia sudah menuju ke arah negara maju karena para pimpinan daerahnya sudah mulai memikirkan pelayanan dasar, termasuk sektor sanitasi.
"Pelayanan sanitasi tidak dapat dipisahkan dari pelayanan air minum, karena pada hakikatnya kedua sektor tersebut bersifat saling mendukung satu sama lain dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat banyak," katanya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, isu lingkungan menjadi perhatian dunia saat ini. Kepala daerah sebagai penentu kebijakan di wilayahnya masing-masing memiliki peran strategis untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan.
"Pada pertemuan ini, berbagai konsep jangka panjang seperti sustainable environment akan diperkenalkan ke publik seperti green economy dan blue economy," ujarnya.?
Keduanya adalah konsep pengelolaan sumber daya alam dan ekonomi dengan meminimalisir dampak buruk terhadap lingkunga. Bahkan blue economy menjadi konsep pembangunan dengan zero emission.?
Selain itu, Munas AKKOPSI III juga mengusung tema Optimalisasi Gerakan Akkopsi dalam Pencapaian Universal Akses dengan sub tema membangun kolaborasi antarstakeholder dalam rangka pencapaian target penyediaan sanitasi dan air minum, penanganan kumuh, dan dukungan bagi pengurangan stunting.
Munas AKKOPSI III juga mengangkat sub tema mengoptimalkan gerakan Akkopsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan untuk mempercepat pencapaian akses universal.?
"Tujuannya untuk membangun komitmen pengurangan stunting dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan membangun kolaborasi dan konsolidasi sumber daya pembangunan sanitasi dan air minum," sebutnya.
Menurut dia, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan forum pertukaran pengalaman pencapaian universal access dari berbagai kabupaten dan kota peduli pada pembangunan sanitasi. Tujuan lainnya sebagai upaya advokasi, promosi, dan kampanye pembangunan sanitasi.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
