Wali Kota Makassar Terpilih Jadi Ketua Akkopsi

id akkopsi, walikota makassar, moh ramdhan pomanto

Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (tiga kanan) menerima bendera petaka sebagai Ketua Akkopsi periode 2017-2021 pada CSS XVII dan Munas Akkopsi di Makassar, Selasa (12/12). (FOTO/Humas Pemkot Makassar)

Makassar (Antara Sulsel) - WaIi Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Asosiasi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dalam City Sanitation Summit (CSS) XVII dan Munas Akkopsi 2017 yang berlangsung di Makassar.

"Mohon bimbingannya, amanah ini saya dan teman-teman perlu banyak belajar, amanah ini saya akan jalankan sebaik-baiknya," ujar Danny -- sapaan akrab Ramdhan Pomanto di Makassar, Selasa

Tepilihnya Danny tidak lepas dari Kota Makassar sebagai kota yang sangat peduli sanitasi. Ini terbukti dengan meraih beberapa kali penghargaan termasuk Makassar menyabet penghargaan Sanipura Award 2016.

Dengan menjadi ketua selama empat tahun yakni dari 2017-2021, kota Makassar akan mendapatkan beberapa keuntungan. Adapun tantangan kedepannya begitu berat, namun ia yakin keberhasilan memberi sebuah tanda optimisme.

Ia pun berharap kedepan aliansi ini menjadi aliansi kuat menjalankan tugas masing-masing di Kotanya dan membentuk jaringan baik di luar negeri maupun di dalam negeri.

CSS XVII dan Munas Akkopsi diikuti 800 Kepala Daerah Kabupaten/Kota untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pembangunan di daerahnya masing-masing terutama pada bidang penataan sanitasi.

Pada Munas AKKOPSI III ini mengusung tema Optimalisasi Gerakan Akkopsi dalam Pencapaian Universal Akses dengan sub tema membangun kolaborasi antarstakeholder dalam rangka pencapaian target penyediaan sanitasi dan air minum, penanganan kumuh, dan dukungan bagi pengurangan stunting.

Munas AKKOPSI III juga mengangkat sub tema mengoptimalkan gerakan Akkopsi sebagai mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebijakan untuk mempercepat pencapaian akses universal.

"Tujuannya untuk membangun komitmen pengurangan stunting dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan membangun kolaborasi dan konsolidasi sumber daya pembangunan sanitasi dan air minum," sebutnya.

Menurut dia, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menyediakan forum pertukaran pengalaman pencapaian universal access dari berbagai kabupaten dan kota peduli pada pembangunan sanitasi. Tujuan lainnya sebagai upaya advokasi, promosi, dan kampanye pembangunan sanitasi.
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar