Logo Header Antaranews Makassar

Pertina Sulsel Siap Hadapi Pra PON

Selasa, 18 Oktober 2011 19:49 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia Sulawesi Selatan menyatakan siap menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) kedua di Biak, Papua, 20-31 Oktober 2011.

Direktur Bidang Teknik Pertina Sulsel, John Amanupunyo, di Makassar, Selasa, mengatakan, meski merasa dirugikan dengan pelaksanaan Pra PON sebanyak tiga kali, namun pihaknya tetap akan tampil dengan kekuatan penuh.

"Kita tetap berangkat mengikuti Pra PON. Mudah-mudahan para atllet sudah memastikan tiket sehingga tidak perlu mengikuti Pra PON di Padang, November mendatang," jelasnya.

Menghadapi Pra PON kedua, Pertina Sulsel menurunkan enam petinju yakni Andre (kelas 56kg), Sada (60kg), Carles (69kg), Arif ( 81kg), James (kelas 52) dan Randy di nomor 49kg.

Sedangkan Erico Amanupunyo, yang sebelumnya berhasil tembus babak semi final di Pra PON pertama tidak lagi diikutsertakan. Maklum, Rico sudah berhasil meraih tiket PON XVIII Riau 2012.

Menurut John, tim Sulsel akan menuju Papua pada 22 Oktober 2011. Keputusan tersebut sebagai upaya dari Pertina Sulsel untuk menghemat biaya akomodasi.

"Pertandingan baru akan dilakukan pada 24 Oktober. Makanya kita sengaja menunda keberangkatan sekaligus mengurangi biaya akomodasi," kata John seraya menjelaskan bahwa proses drawing dan timbang badan atlet akan digelar 23 Oktober 2011.

Untuk pelaksanaan Pra PON 2011, PB Pertina memutuskan menggelar sebanyak tiga kali. Untuk Pra PON pertama digelar di Mataram Nusa Tenggara Barat, 1-9 September 2011.

Pra PON kedua digelar di Biak (20/10) dan selanjutnya dilaksanakan di Padang, November 2011.

Pelaksanaan Pra PON sebanyak tiga kali membuat Pertina Sulsel mengaku keberatan. Bahkan pihaknya bersama puluhan Pengprob Pertina lain melakukan protes. Namun protes tersebut ternyata tidak diindahkan PB Pertina.

"Akibat jadwal tersebut sehingga Pra PON hanya mengambil peringkat empat teratas atau semi final. Ini tentu merugikan karena beberapa atlet kita berhasil menempati posisi delapan besar," ujarnya. (T.PSO-283/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026