Logo Header Antaranews Makassar

Sulbar Rentan Sasaran Penyebaran HIV-AIDS

Sabtu, 22 Oktober 2011 19:30 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Sulawesi Barat, mengemukakan, daerah itu sangat rentan terhadap penyebaran virus HIV/AIDS sehingga perlu dilakukan langkah antisipasi sejak dini melalui kampanye anti seks bebas.

"Perlu ditingkatkan kesadaran akan bahaya penyakit tersebut kepada semua warga," kata Widyaiswara BKKBN Sulbar Dudi Fahdiansyah saat menjadi pemateri dalam kegiatan promosi program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) bagi remaja yang diadakan di wisma Jazirah Manakarra, Mamuju, Sabtu.

Menurutnya, Provinsi Sulbar yang diapit tiga provinsi yakni Provinsi Kalimantan Timur, Provinsi Sulawesi Tengah dan Provinsi Sulawesi Selatan, merupakan titik masuknya penyakit HIV-AIDS di daerah ini.

Apalagi kata dia, berdasarkan data yang ditemukan bahwa tiga provinsi tetangga ini telah ditemukan sejumlah kasus HIV-AIDS seperti di Sulsel data tahun 2010 kasus yang terjadi sebanyak 2.746 orang dengan rincian 2006 penderita HIV dan 740 AIDS.

"Kasus yang terjadi di Sulsel ini masing-masing 50 persen akibat seks bebas dan 50 persen akibat narkoba," katanya.

Sementara di Provinsi Sulawesi Tengah kata dia, pada tahun 2010 kasus yang ditemukan sebanyak 546 orang yakni 398 HIV dab 148 AIDS atau sekitar 30 persen kasus ini terjadi akibat seks bebas dan 70 persen akibat narkoba.

Demikian pula dengan provinsi tetangga yakni Kalimantan Timur kata Dudi bahwa jumlah kasus pada tahun 2010 juga ditemukan kasus sebanyak 1.037 orang terdiri dari 398 HIV dan 389 AIDS akibat pengaruh narkoba sekitar 40 persen dan akibat seks 60 persen.
"Sulbar yang berada pada posisi "Segitiga" emas tentunya sangat rentang masuknya penyakit itu sehingga para remaja harus meningkatkan pemahaman bagaimana cara menangkal masuknya virus mematikan itu,"jelasnya.

Ia mengatakan, data Komisi Perlindungan Anak (KPA) Sulbar pada tahun 2010 juga telah ditemukan kasus HIV sebanyak 65 kasus dan terbesar ditemukan di Mamuju sebanyak 51 orang, Majene 2 orang, Matra 4 orang, Polman 2 orang dan Mamasa sebanyak 6 orang.

"Data yang ada tersebut kemungkinan masih banyak yang belum sempat tergeteksi dan saya yakin jumlah itu akan jauh lebih besar saat sekarang ini. Makanya, perlu dilakukan antisipasi sejak dini sebelum remaja yang ada di Sulbar digrogoti virus HIV/AIDS,"katanya.

Dudi menyampaikan prilaku remaja yang tidak sehat menjadi pemicu utama sehingga terjebak dalam lingkaran setan dan itu sulit dikendalikan apabila tidak dibekali dengan pendidikan yang baik.(T.KR-ACO/M027)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026