
Pemkab Polman Segera Manfaatkan TPA Binuang

Polman, Sulbar (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Polman segera memamnfaatkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Kecamatan Binuang, agar pencemaran di Kecamatan Matakali bisa dihindari.
Bupati, Ali Baal Masdar di Polman, Rabu, menyatakan bahwa pencemaran pada sungai Matakali yang selama ini menjadi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah sangat besar, karena penggunaan TPA Binuang belum dimaksimalkan.
Untuk itu, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Polman untuk segera mengoptimalkan penggunaan TPA Binuang dalam waktu dekat agar sejumlah keluahan dari DPRD Polman yang menduga adanya potensi pencemaran bisa segera di hindari.
"Kami pahami bahwa kemungkinan terjadinya pencemaran bisa menimbulkan dampak yang cukup besar terhadap warga. Untuk itu kami juga telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait agar segera melakukan maksimalisasi penggunaan TPA Binuang," ungkap Ali Baal.
Dia mengaku, Pemkab Polman tetap akan bertanggungjawab atas beberapa kekahawatiran dari DPRD Polman yang menganggap bahwa bukan hanya potensi pencemaran sungai yang ditimbulkan, namun juga terdapat potensi pencemaran udara.
Dengan adanya potensi pencemaran udara, warga di sekitar TPS Matakali merasa terganggu dan bisa saja menjadi salah satu sumber penyakit, baik penyakit kulit maupun penyakit pencernaan yang bersumber dari penggunaan air tanah maupun air sungai.
Selama ini, Pemkab Polman juga menyadari bahwa potensi pencemaran dan dampak yang ditimbulkan dari proses pencemaran tersebut bisa berujung pada sejumlah permasalahan, utamanya dampak yang berpengaruh langsung terhadap warga.
Ali Baal mengatakan, dengan upaya maksimalisasi penggunaan TPA Binuang, TPS Matakali tidak akan lagi mengganggu warga sekitar serta menimbulkan potensi kerusakan lingkungan melalui pencemaran air sungai maupun pencemaran udara.
Apalagi saat ini telah mulai memasuki musim hujan, sehingga potensi pencemaran juga akan semakin besar. Tumpukan sampah yang digenangi air akan semakin mempercepat terjadinya proses pembusukan.
Limbah yang mengalir juga akan langsung turun ke sungai dan beberapa warga yang biasanya memanfaatkan sungai sebagai sumber mata air akan sangat terganggu sebab warga menggunakannya untuk mencuci dan mandi.
(T.PSO-284/S016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
