Logo Header Antaranews Makassar

Kabar terkini pandemi COVID-19 di dunia

Rabu, 15 Desember 2021 14:08 WIB
Image Print
Ahli teknologi biologi molekuler Sarah Corcoran menyiapkan sampel SARS-CoV-2 saat proses sekuensing RNA di Universitas Negara Bagian Ohio, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, Senin (13/12/2021). Varian Omicron dari virus corona SARS-CoV-2 baru-baru ini teridentifikasi dalam beberapa sampel yang ada di Ohio. ANTARA FOTO/REUTERS/Gaelen Morse/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Berikut ini adalah kabar terbaru terkait pandemi COVID-19 dari berbagai belahan dunia.

Asia-Pasifik

* Korea Selatan melaporkan jumlah kasus harian tertinggi saat infeksi terobosan pada orang yang telah divaksin terus meningkat.

* Australia membuka kembali perbatasan bagi pekerja migran terampil dan pelajar asing yang telah divaksin setelah hampir dua tahun melarang mereka masuk.

* Kamboja telah mendeteksi kasus pertama varian Omicron pada seorang wanita lokal yang pernah bepergian ke Ghana.

Timur Tengah dan Afrika

* Afrika sedang menghadapi lonjakan kasus tercepat tahun ini, yang jumlahnya meningkat 83 persen dalam sepekan terakhir, meskipun angka kematian tetap rendah, kata WHO.

* Di Afrika Selatan, vaksin Pfizer-BioNTech menjadi kurang efektif untuk mencegah mereka yang terinfeksi dirawat di rumah sakit sejak kemunculan Omicron bulan lalu, menurut sebuah penelitian.

Amerika

* Pemerintahan Joe Biden kemungkinan akan meminta dana tambahan dari Kongres untuk pengujian COVID-19, tergantung seberapa parah dampak dari varian Omicron, kata seorang pejabat kesehatan AS.

* Kanada akan memperketat pembatasan pada perjalanan internasional dengan sejumlah aturan baru yang akan diumumkan pada Rabu, menurut laporan CBC News.

* Pekerja AS yang terkena COVID-19 parah bisa dilindungi dengan undang-undang yang melarang diskriminasi terhadap penyandang disabilitas di tempat kerja, menurut panduan yang dirilis badan penegakan undang-undang itu.

* Gelombang baru kasus positif menimpa tiga liga olahraga utama di Amerika Utara pekan ini.

Eropa

* Hampir 100 anggota legislatif Inggris dari partai Konservatif memilih untuk menolak pembatasan baru COVID-19. Aksi itu menjadi pukulan besar bagi pemerintahan Perdana Menteri Boris Johnson dan memicu keraguan pada kepemimpinannya.

* Layanan Kesehatan Nasional (NHS) Inggris telah memberi tahu apotek bahwa mereka tidak bisa menambah pasokan alat tes cepat COVID-19 yang dikirim setiap hari, surat kabar Telegraph melaporkan.

* Italia memperpanjang status darurat COVID-19 hingga 31 Maret dan mewajibkan semua pendatang dari negara-negara Uni Eropa untuk melakukan tes sebelum berangkat.

Perkembangan Medis

* Ketiga vaksin resmi di AS tampaknya menjadi kurang protektif terhadap Omicron dalam uji laboratorium, namun dosis penguat (booster) sepertinya memulihkan sebagian besar perlindungan, menurut sebuah penelitian.

* Pil anti virus COVID-19 dari Pfizer menunjukkan efikasi hampir 90 persen untuk mencegah rawat inap dan kematian pada pasien berisiko tinggi dan data laboratorium baru-baru ini menunjukkan obat tersebut tetap efektif melawan Omicron.

Sumber: Reuters



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026