
Warga Polandia Pesan Pinisi Berkapasitas 700 Ton

Makassar (ANTARA News) - Salah seorang warga Polandia telah memesan sebuah kapal layar tradisional "Pinisi" yang berkapasitas 700 ton yang akan digunakan sebagai kapal wisata.
"Warga Polandia itu datang langsung ke Kecamatan Bonto Bahari, Kabupaten Bulukumba, Sulsel, untuk memesan kapal layar raksasa buatan tangan," kata perancang dan pembuat perahu Pinisi, Muslim Baso, di Bonto Bahari menanggapi pemesanan kapal buatannya itu, Rabu.
Dia mengatakan, kapal Pinisi pesanan warga Polandia itu merupakan yang terbesar sepanjang lebih dari 40 tahun membuat perahu tradisional khas Bulukumba.
Menurut dia, untuk memenuhi pembuatan kapal tersebut, kayunya didatangkan dari berbagai daerah di Sulsel di antaranya Selayar, Bulukumba dan daerah di sekitarnya.
Adapun panjang kapal Pinisi itu sepanjang 50 meter, lebar sembilan meter dan kedalaman lima meter. Sementara pengerjaan kapal tersebut memakan waktu sekitar sembilan bulan.
"Sepanjang sejarah pembuatan kapal Pinisi pesanan warga Polandia itu merupakan pesanan terbesar di daerah ini," kata Muslim Baso yang menambahkan bahwa dalam proses pembuatannya, ia melibatkan 13 orang tenaga kerja.
Dia mengatakan, saat ini kondisi fisik kapal wisata itu sudah rampung 80 persen. Sedang selebihnya tinggal penyelesaian interior dan pengecekan kapal.
Untuk menurunkan kapal layar raksasa itu ke laut dari lokasi pembuatan di darat, lanjut dia, akan mengerahkan 100 orang warga setempat.
Sementara mengenai biaya pembuatannya, Muslim tidak menyebutkan jumlahnya secara rinci, namun diakui mencapai miliaran rupiah.
Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan.
Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar, yaitu tiga di ujung depan, dua di depan, dan dua di belakang; umumnya digunakan untuk pengangkutan barang antarpulau. (T.S036/F002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
