
Pansus DPRD Sulbar Optimistis RTRW Selesai 2011

Mamuju (ANTARA News) - Panitia Khusus yang dibentuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sulawesi Barat, merasa optimistis penyusunan rancangan Tata Ruang Wilayah bisa selesai hingga akhir Desember 2011.
"Ini merupakan pansus yang ketiga dibentuk untuk merampungkan RTRW Sulbar. Saat ini tinggal selangkah lagi RTRW tersebut bisa situntaskan,"kata Ketua Pansus RTRW Sulbar, Naharuddin di Mamuju, Selasa.
Menurutnya, persoalan yang terjadi saat sekarang ini terkait perbedaan persepsi antara usulan pemerintah Provinsi Sulbar dengan tim teknis dan tim terpadu Kementerian Kehutanan.
Ia mengatakan, konsultasi yang dilakukan telah berjalan dengan baik sehingga persoalan perbedaan persepsi itu bisa menlahirkan suatu keputusan untuk menuntaskan RTRW itu sendiri.
Naharuddin mengatakan, perbedaan persepsi terkait luas alih fungsi hutan yang ada di wilayah Kabupaten Mamasa.
"Meski ada perbedaan antara usulan Pemprov Sulbar dan pihak Kemenhut maka kami tetap yakin tahun ini bisa diselesaikan dengan baik,"jelasnya.
Dia mengatakan, RTRW ini sangat penting untuk segera diselesaikan karena bisa menjadi penghambat masuknya investor ke Sulbar karena data detail mengenai potensi sumber daya alam di Sulbar yang akan dikelola belum ada.
Nahar mengatakan, RTRW Sulbar sangat dibutuhkan, apalagi di dalamnya terdapat data potensi sumber daya alam yang bisa menjadi acuan investor ketika masuk ke daerah ini dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Tidak ada daerah yang dapat maju dan berkembang tanpa investasi, sehingga investasi harus didorong dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah, dengan terlebih dahulu merampungkan RTRW Sulbar," katanya.
Ia mengatakan, RTRW Sulbar yang diproses di Kemenhut akan menjadi ragulasi pemerintah dengan melegitimasi RTRW Sulbar itu melalui peraturan daerah (Perda) yang akan disusun di dewan, dalam proses penyusunannya RTRW Sulbar menghabiskan anggaran APBD sekitar Rp3,2 miliar.
Sehingga dengan RTRW itu diharapkan nantinya akan dapat mempermudah masuknya investor mengelola sumber daya alam Sulbar agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah demi kesejahteraan masyarakat.
"Selama ini sudah banyak investor, melirik untuk mengelola kekayaan Sulbar namun mereka terhambat data kekayaan alam Sulbar, sehingga RTRW Sulbar harus secepatnya didukung semua pihak untuk segera dirampungkan," katanya.(T.KR-ACO/Y006)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
