Logo Header Antaranews Makassar

NILAI PENJAMINAN LPS NAIK, BPR JADI PILIHAN

Sabtu, 25 Oktober 2008 01:09 WIB
Image Print

Makassar, 25/10 (ANTARA) - Bank Perkreditan Rakyat (BPR) masih menjadi pilihan masyarakat, setelah pemerintah menaikkan nilai penjaminan simpanan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dari nilai Rp100 juta menjadi Rp2 miliar.

"Kenaikan suku bunga penjaminan LPS telah mendorong BPR dalam melakukan penghimpunan dana masyarakat," kata Bendahara DPD Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Sulawesi Selatan, I Nyoman Supartha di Makassar, Sabtu.

Sebab, lanjut dia, kenaikan itu telah memudahkan BPR untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan menaikkan suku bunga deposito.

"Suku bunga deposito sebelumnya yang kami tawarkan sebesar 11 persen, saat ini naik menjadi 13 persen," ujarnya
Dia menilai, tingginya minat masyarakat ke BPR terkait suku bunga deposito jauh lebih besar dibanding bank umum lainnya.

Suku bunga penjaminan yang diberikan LPS kepada bank umum hanya sebesar 10 persen, sementara BPR sebesar 13 persen, ucapnya
Hanya saja, keluh Nyoman, masih banyak bank umum yang memilikisuku bunga diluar ketentuan Lembaga Penjaminan Simpanan.

Untuk tetap mempertahankan dananya, dalam nominal tertentu Bank Umum terkadang masih memberikan suku bunga melebihi BPR yakni berkisar 13 - 13,5 persen, ujarnya.

Nyoman mencontohkan, "cash rasio" BPR Hasa Mitra yang dipimpinnya pada september lalu telah melebihi ketentuan likuiditas yang ditetapkan Bank Indonesia sebesar lima persen.

"Posisi rasio likuiditas kami saat ini telah mencapai 11,01 persen," ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, kelebihan likuiditas atau dana Ideal Hasa Mitra yang ditempatkan di deposito bank tercatat sebesar Rp6,5 milliar. ***2***

(T.K-SUR/B/F003/F003) 25-10-2008 08:01:01