Logo Header Antaranews Makassar

Gubernur Resmikan Ruas Jalan Toraja-Bua

Kamis, 29 Desember 2011 18:17 WIB
Image Print

Rantepao, Sulsel (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo meresmikan pembangunan ruas jalan Toraja-Bua Kabupaten Luwu, sepanjang dua kilometer di Misabana, Kecamatan Buntao.

Proyek infrastruktur jalan penghubung antar kabupaten tersebut diresmikan pada Pentas Budaya dan Kesenian Daerah di Lapangan Kodim Rantepao, Kamis, yang menjadi rangkaian akhir kegiatan wisata di Kabupaten Toraja dan Toraja Utara, "Lovely December" 2011.

Proyek lainnya yang diresmikan adalah Pabrik Kopi Gapoktan Palawa Arabikan Toraja di Malimbong, Sa'dan dan pembangunan salib raksasa di Bukit Singki, Rantepao.

Gubernur juga menyerahkan sejumlah bantuan melalui program Gerakan Terpadu Pengembangan Desa (Getar Bangdes) diantaranya kelanjutan pembangunan air baku Silaga di Lembang Sapan, Paonagan, Pangkung Batu dan Prandangan serta pembangunan embung di Lembang Poton Kecamatan Rindingngallo.

Pembangunan embung Paket I dan II Palopang Kapala Pitu dan peningkatan jaringan irigasi Pabota di Lembang Tandung Kecamatan Nanggala dengan total anggaran Rp10.5 miliar. Bantuan program Getar Bangdes tersebut disalurkan di desa, lembang dan kelurahan yang mencakup 46.187 orang dan 4.122 kelompok masyarakat.

Bupati Toraja Utara Frederik Batti Sorring, mengharapkan, pemerintah provinsi terus memberikan dukungan terhadap percepatan peningkatan pembangunan infrastruktur agar Toraja Utara sebagai kabupaten termuda di Sulsel dapat segera setara dengan kabupaten-kabupaten lainnya di Sulsel.

Ia mengatakan, Sulsel harus semakin solid membangun ekonomi bersama dengan peningkatan akses dan distribusi perdagangan komoditas yang saling mengisi antar kabupaten. Ia mencontohkan, 60 persen kebutuhan kerbau di Toraja saat ini didatangkan dari berbagai daerah di luar Sulsel seperti NTT, Sumatera dan Kalimantan.

"Pada 2011, dari NTT hampir 2.000 ekor. Sebelumnya, dapat terpenuhi dari beberapa kabupaten tetangga. Di Toraja Utara saja 70 persen belanja kerbau terkait upacara adat Rambu Solo dan Rambu Tuka," katanya yang berharap, produksi kerbau di daerah-daerah sentra produksi ternak Sulsel terus meningkat.

Pada sektor pariwisata, khususnya penyelenggaraan "Lovely December" berikutnya pihaknya akan mengundang seluruh kabupaten di Sulsel untuk ikut mengisi kegiatan pentas seni dan budaya.

"Pada pentas budaya kali telah ikut diramaikan Kabupaten Luwu Timur dan Selayar. Ke depan kami akan mengundang kabupaten lain di Sulsel. Selain menjadi kegiatan wisata, "Lovely December " juga akan menjadi pengikat budaya di Sulsel," jelasnya.

Pentas budaya dan kesenian daerah diawali dengan kirab budaya, kemudian dilanjutkan dengan Ma'parapa, atraksi musik bambu, tari massal Ondo Samalele dan permainan rakyat Sisambak Lidi.

Rangkaian akhir kegiatan "Lovely December" yang dimulai sejak 17 Desember 2011 ini juga kembali diisi dengan kunjungan ke pesta duka "Rambu Solo" ke keluarga besar Ne' Sarrin serta "Toraja Night" yang dimeriahkan sejumlah artis ibu kota dan pesta kembang api.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak seluruh masyarakat Toraja untuk mempersiapkan diri menerima kunjungan wisatawan lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, sepanjang Desember 2011, di dua kabupaten penyelenggara "Lovely December" yaitu Toraja dan Toraja Utara terjadi kemacetan kendaraan dimana-mana. Kemacetan, yang diartikan oleh gubernur sebagai efek dari upaya-upaya yang selama ini dilakukan untuk kembali meningkatkan kunjungan wisatawan dan kembali diliriknya Toraja sebagai destinasi wisata pilihan.

"Harapannya ke depan semakin banyak orang yang berkunjung dan lebih macet. Mari kita persiapkan daerah kita untuk menerima lebih banyak orang," ujarnya.

Selain pejabat dan unsur pimpinan daerah provinsi dan sejumlah kabupaten di Sulsel, pentas budaya dan kesenian daerah tersebut juga dihadiri Wakil Duta Besar Jerman untuk Indonesia Kepala Bagian Ekonomi Heidrun Tempel.

Serta Staf Ahli Bidang Multikultural Kementerian Pariwisata dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Hari Untoro Dradjat. (T.KR-RY/S016)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026