Logo Header Antaranews Makassar

Sulsel Waspadai DKI Jakarta

Selasa, 17 Januari 2012 03:11 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan, mewaspadai empat tim, termasuk DKI Jakarta di kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang dijadwalkan, 8-11 Februari 2012.

Sekretaris Umum PRSI Sulsel Aksa Amir, di Makassar, Senin, mengatakan, DKI Jakarta, Yogyakarta, Jateng , dan Jatim merupakan tim yang memiliki potensi menggagalkan harapan Sulsel tampil di PON XVIII Riau 2012.

"Kualitas atlet yang dimiliki keempat provinsi itu memang cukup potensial sehingga sudah selayaknya diwaspadai, namun kita tetap optimistis bisa kembali berlaga di PON seperti di Kaltim 2008," jelasnya.

Untuk mengantisipasi hal itu, kata Aksa, pihaknya memilih lebih fokus dalam mematangkan kerjasama seluruh atlet. Selain itu, katanya, jadwal latihan juga lebih ditingkatkan.

Mengenai rencana pelaksanaan Pra-PON yang masih sering berubah, menurut Aksa, tidak akan berpengaruh terhadap tim. Sebaliknya, lanjut Aksa, hal itu bisa dimanfaatkan untuk lebih memaksimalkan persiapan.

Pelaksanaan Pra-PON sebelumnya dijadwalkan Januari 2012. Namun jadwal tersebut berubah ke Februari yang kabarnya akan di gelar antara Jakarta atau Surabaya.

"Kapanpun pelaksanaan Pra PON kita siap. Namun kita juga berharap agar PB PRSI bisa menentukan lebih cepat agar kita bisa mengantisipasi," katanya.

Menghadapi Pra PON 2012, PRSI Sulsel menurunkan sekitar enam atlet terbaik diantaranya Amaria Chintya, Puspita Budi Utami, Rosa, Livia, Novayanti, serta Selvi Melowa.

Sedangkan Yumico Angela yang menjadi andalan Sulsel diberbagai kejuaraan terpaksa tidak ikut. Selain telah mengundurkan diri, Yumico saat ini memang sedang mengandung.

Menurut Aksa, Yumico merupakan atlet potensial. Hanya saja pihaknya tidak dapat memaksa untuk tetap menurunkannya. Keputusan tetap mendukung keputusan Yumico untuk mundur sebagai atlet, karena Pengprov PRSI Sulsel cukup percaya dengan kualitas atlet yang ada. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026