Logo Header Antaranews Makassar

KONI Sulsel Coret Enam Atlet PON

Sabtu, 21 Januari 2012 17:29 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan mencoret enam atlet yang sebelumnya dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.

Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Sulsel Addien, di Makassar, Sabtu, mengatakan pencoretan terpaksa dilakukan karena berbagai sebab seperti atlet mengundurkan diri, malas berlatih hingga keputusan pengurus besar dari cabang olahraga (cabor) yang melakukan pengurangan kuota atlet PON 2012.

"Biliar dan bulutangkis kita coret masing-masing tiga atletnya. Khusus untuk biliar memang terkait keputusan PB POBSI yang merekomendasikan hanya dua atlet yang lolos," jelasnya.

Menurut Addien, pencoretan yang dilakukan merupakan salah satu upaya meraih hasil maksimal. Keputusan tersebut, katanya, juga diharapkan bisa menjadi pelajaran setiap atlet untuk tetap fokus dalam meningkatkan kemampuan.

Mengenai target menurunkan lebih banyak atlet ke PON, kata Addien, memang menjadi harapan KONI Sulsel. Hanya saja, katanya, jika atlet yang diturunkan terkesan dipaksakan tentu hasilnya tidak akan maksimal.

Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sulsel itu menambahkan, dicoretnya enam atlet membuat jumlah atlet Sulsel tinggal 219 atlet, termasuk tujuh dari pencak silat.

Jumlah atlet tersebut kemungkinan besar bertambah mengingat masih ada beberapa cabor yang sedang atau akan menjalani pra PON seperti ski air, renang indah, judo dan menembak.

"Target awal kita yakni bisa meloloskan 250 atlet PON. Namun dilihat dari perkembangan kemungkinan sulit tercapai. Saya kira jumlah yang paling realistis diangka 235 atlet," ucapnya.

Terkait mangkirnya beberapa atlet dayung dalam latihan, menurut Addien, masih bisa dimengerti karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Atlet dayung memang tidak bisa berlatih dalam kondisi hujan. Namun jika pada cuaca cerah masih juga malas berlatih tentu kita akan mengambil langkah tegas," ujarnya. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026