Logo Header Antaranews Makassar

Dua Tahun Unhas "Bangun Mandar"

Sabtu, 4 Februari 2012 22:22 WIB
Image Print

Mamuju (ANTARA News) - Proyek kerjasama "Bangun Mandar" antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dengan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, kini sudah berjalan dua tahun.

"Bangun Mandar, sebenarnya bermakna membangun desa mandiri," kata Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA, pada acara silaturrahmi Pemprov Sulbar dengan rombongan Unhas di rumah jabatan Gubernur Sulbar di Mamuju, Sabtu.
Program ini, kata Dwia, menitikberatkan pada pendekatan masyarakat miskin dengan memanfaatkan muatan lokal. Tahap pertama proyek yang sudah berlangsung dua tahun itu, mampu menggarap 66 desa. Tahap kedua 69 desa dan pada ini ada penguatan kesadaran kritis masyarakat.

Hanya saja, saran Dwia, perlu koordinasi antara satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di tingkat kabupaten dan dengan SKPD provinsi. Juga, perlu dana stimulus guna merealisasikan program yang ada.

Gubernur Sulbar Adnan Anwar Saleh mengakui, program Bangun Mandar tersebut sudah melibatkan 135 desa di wilayahnya. Pada tahun 2012 digelontorkan lagi dana Rp42 miliar untuk mendukung program pada desa-desa proyek Bangun Mandar tersebut.

"Meski APBD kami kecil, namun tidak pernah kecil hati untuk melaksanakan program yang pro-rakyat," ujar Gubernur.

Sukses program Bangun Mandar juga ikut mendobrak posisi Sulbar sebagai salah satu pemasok kakao terbesar di Indonesia, Kakao tersebut sudah dinikmati 25 provinsi lainnya di Indonesia.

"Sulawesi menyumbang 72 persen kakao nasional. Kini Sulbar membagi-bagi bibit unggul ke provinsi lain," ucap Gubernur pada acara yang dihadiri Rektor Unhas Prof Dr Idrus A Paturusi, Wagub Sulbar Aladin S. Mengga, para Kepala SKPD, dan pihak Kadin Sulbar. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026