Logo Header Antaranews Makassar

Masih Ada Desa Terpencil di Bantaeng

Sabtu, 3 Maret 2012 18:54 WIB
Image Print

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, walau secara umum sudah banyak mengalami kemajuan, ternyata masih ada desa yang terpencil, kurang fasilitas dan akses jalan minim.

Desa tersebut bernama Lalijangan Dusun Benteng Bola, Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompo Bulu. Untuk menjangkau desa tersebut, diperlukan tenaga ekstra. Selain terjal, kondisi jalannya juga berbatu dan berlumpur.

Sepanjang jalan, terlihat pohon kopi serta desa ini juga menghasilkan sayuran, namun produksi tersebut sulit menjangkau pasar karena kondisi jalan, kata Abdul Malik, Kepala Desa Bonto Tappalang, di Bantaeng, Sabtu.

Menurut dia, jalan akses terdekat ke Desa Labbo namun kondisi jalannya masih pengerasan dan sebagian jalan tanah. Karena itu, masyarakat memikul produksinya minimal sejauh tiga kilometer jika ingin memasarkan produksinya.

Menyinggung pendidikan, lanjutnya Abd Malik, masih menggunakan kelas jauh dan fasilitas sekolah masih berada di bawah kolong rumah Kepala Dusun dengan jumlah murid sebanyak 50 orang.

Bupati Bantaeng Prof HM Nurdin Abdullah mengaku terharu melihat kondisi masyarakt sebanyak 110 KK di desa itu. "Saya hampir menyesal tidak bisa melihat kondisi masyarakat di desa ini," urainya pada peringatan Maulid yang dipusatkan di Masjid Nurul Janna, di desa itu.

Menurut Bupati, desa ini hampir saja tidak terlihat andai tidak ada undangan perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW. Ia bahkan menilai, masyarakat LaliJangan seolah belum menikmati kemerdekaan karena kondisi jalan dan fasilitas minim tersebut.

Karena itu, lanjut Bupati, pihaknya berjanji segera membuat perencanaan untuk jalan penghubung, terutama akses yang sudah dibangun PNPM. "Bila akses jalannya sudah bagus, Pemda segera menyiapkan bis sekolah," ujarnya.

"Saya sering mengatakan, negeri kita ini kaya, tetapi kenapa masih ada masyarakat yang tertinggal. Ini mungkin karena kita semua tidak melaksanakan prilaku Nabi Muhammad apalagi mencontohnya," urainya.

Menyinggung anggaran ke desa, Bupati mengatakan, sudah cukup besar. Masing-masing desa sudah dilengkapi anggaran dana desa (ADD), ada Bantuan Sosial (Bansos), PNPM dan sejumlah bantuan lainnya untuk desa, belum termasuk kehadiran Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Ia kemudian meminta Kepala Desa setempat agar memaksimalkan anggaran desanya agar dapat menjangkau warganya sehingga produksi masyarakat dapat mengakses pasar.

Bupati Bantaeng pada Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang juga dihadiri anggota DPRD Bantaeng Hj A Nurhayati itu membantu genset dan uang tunai pembangunan untuk masjid setempat. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026