
Bupati Mamasa Panggil 17 Camat Pascabentrok

Mamasa, Sulbar (ANTARA News) - Bupati Mamasa, Sulawesi Barat, Ramlan Badawi, mengatakan telah memanggil 17 camat pascabentrok antara aparat polisi dan massa pendukung mantan bupati Obed Negodepparinding.
"Para camat di Mamasa telah saya kumpulkan sebagai upaya untuk meredam terjadinya aksi anarkis yang dilakukan masyarakat setelah terjadinya bentrok aparat dan massa saat pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) X Mamasa sepekan yang lalu," kata Ramlan Badawi di Mamasa, Rabu.
Menurut dia, meski kondisi semakin kondusif namun dirinya tetap mewaspadai ada gerakan penghasut yang bisa memecah konflik di Bumi Kondosapata sebutan Mamasa itu.
"Para camat diberikan pengarahan agar masyarakatnya bisa memahami akar persoalan terjadinya bentrok aparat dengan massa. Ini penting agar masyarakat tidak terjebak dalam situasi yang bisa memicu terjadinya konflik horizontal di masyarakat," kata dia.
Ia mengatakan, pertemuan dirinya dengan 17 camat ini membahas kisruh yang akhir-akhir ini memicu perhatian semua pihak terkait amar putusan peninjauan kembali (PK) Mahkamah Agung, yang memebebaskan 24 terpidana korupsi.
Karena itu kata dia, masyarakat di harapkan tidak serta merta melakukan aksi kekerasan dan tetap menghargai segala peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait lahirnya PK MA tersebut.
Selain telah mengumpulkan para camat kata bupati, dirinya juga telah memanggil para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan tokoh agama.
"Pertemuan ini juga sebagai upaya untuk menciptakan suasana di Mamasa kembali kondusif. Saya yakin dan percaya masyarakat di Mamasa akan mampu menciptakan suasana harmonis yang selama ini cukup terjalin baik di antara pemeluk agama," kata Ramlan. (T.KR-ACO/E005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
