
Pasca Bentrok, Kondisi Mamasa Kembali Normal

Mamasa, Sulbar (ANTARA News) - Pasca bentrok antara aparat Polisi dan massa simpatisan pendukung mantan Bupati Mamasa, Obed Nego Depparinding, kini situasi keamanan di daerah itu kembali kondusif.
"Bentrok antara aparat polisi dan massa terjadi Sabtu (10/3), saat rangkaian peringatahan Hari Ulang Tahun (HUT) X Kabupaten Mamasa. Secara umum kondisi keamanan masih terbilang kondusif," kata Bupati Mamasa, Ramlan Badawi kepada ANTARA di Mamasa, Senin.
Menurut Bupati, bentrok antara aparat polisi dan massa tak terelakkan karena massa berusaha membubarkan rangkaian kegiatan HUT Mamasa.
"Ratusan massa yang hendak menerobos tempat rangkaian upacara terpaksa dibubarkan dengan menggunakan gas air mata. Keadaan ini membuat massa semakin beringas dan melempari petugas polisi dengan batu dan kayu," kata Bupati.
Ia mengatakan, massa yang melakukan aksi unjukrasa ini menuntut pengembalian status Obed Negodepparinding menjadi bupati setelah sebelumnya diberhentikan Mendagri atas dasar putusan MA yang telah memvonis dengan hukuman satu tahun delapan bulan penjara.
"Yang menjadi masalah, karena kembali lahir amar putusan Peninjauan Kembali (PK) MA yang membebaskan 24 terpidana, termasuk Obed yang kala itu masih menjabat sebagai ketua DPRD Mamasa," ucapnya.
Bupati mengatakan, akibat bentrok yang terjadi di Mamasa ini mengakibatkan 25 anggota polisi Mamasa mengalami luka dan dua telah di rujuk ke RSUD Makassar karena kritis.
"Kita berharap, masyarakat di Mamasa bisa menahan diri dan tidak terjebak dalam sebuah kepentingan yang bisa memecah konflik. Saya mengajak, agar masyarakat Mamasa tetap hidup dalam kedamaian dan taat kepada peraturan hukum yang berlaku," pinta Bupati.
Dia mengatakan, dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak Polda Sulselbar agar membantu memulihkan situasi di Mamasa yang saat ini masih kondusif.
"Dukungan aparat keamanan sangat kami butuhkan agar daerah ini terhindar dari sebuah persoalan yang bisa memicu terjadinya pertentangan di masyarakat," ujarnya.
Upaya lain yang dilakukan pemerintah pascaterjadinya konflik aparat dan massa, kata dia, dengan memanggil semua tokoh adat, tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat agar tetap bersatu padu dalam menjaga kerukunan ummat beragama di Sulbar. (T.KR-ACO/F003)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
