Logo Header Antaranews Makassar

SKPD Bantaeng Tandatangani Pakta Integritas 2012

Senin, 26 Maret 2012 12:23 WIB
Image Print
BANTAENG, SULSEL - Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah (kiri) saat memberikan sambutan pada penandatanganan Pakta Integritas SKPD Bantaeng dirangkaikan rapat mengantisipasi kenaikan harga BBM di Bantaeng, Senin (FOTO ANTARA/Humas Bantaeng)

Bantaeng, Sulsel (ANTARA News) - Pejabat Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, menandatangani pakta integritas penetapan kinerja (Tapkin) 2012.

Penandatanganan yang dirangkaikan Rapat Mengantisipasi Kenaikan Harga BBM tersebut dilangsungkan di ruang pola Kantor Bupati Bantaeng, Senin.

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati HA Asli Mustadjab, Hakim Tinggi Tipikor H Imran Arief, Kapolres AKBP Donyar Sumadji, Dandim 1410 Letkol Mahanom S, Ketua Pengadilan Negeri Bantaeng.

Bupati Bantaeng HM Nurdin Abdullah berharap, kegiatan ini tidak hanya sebatas seremoni, tetapi dapat berkomitmen dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Menurutnya, kunci dari penandatangan pakta integritas adalah komitmen atau janji kepada diri sendiri terhadap wewenang dan tanggungjawab serta kesanggupan untuk tidak menyalahgunaannya dalam bentuk korupsi, KKN dan semacamnya.

"Kita bertandatangan untuk memperkuat komitmen bersama menumbuhkembangkan kejujuran yang pada akhirnya menuju Indonesia yang maju," ucap Nurdin Abdullah seraya mengajak jajarannya untuk mengubah pola pikir.

"Jangan lagi kita berpikir apa yang bisa saya dapat, tetapi berpikir apa yang bisa saya berikan," jelasnya lagi seraya mengemukakan harapannya agar aparat Bantaeng menjadi contoh terhadap aparatur lainnya.

APBD kita memang terkecil di Sulsel, namun setiap rupiah hendaknya dimanfaatkan maksimal dan dilaksanakan dengan transparan, ujarnya sembari mengajak untuk memberi kemudahan kepada orang yang ingin berinvestasi.

Dengan memberi kemudahan secara terkontrol, Insya Allah kita juga akan terbebas dari aspek hukum karena kita melaksanakan dengan proses yang benar. "Bila prosesnya benar, hasilnya tentu benar. Karena itu, hayati nota yang telah ditandatangani tersebut," urainya.

Menyinggung rencana kenaikan BBM yang diberlakukan 1 April, Bupati Bantaeng berharap semua pihak mengantisipasi dengan baik. Dibanding daerah lain, Bantaeng mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih baik.

Maski begitu, semua pihak, terutama aparat keamanan diminta berkoordinasi mencegah kemungkinan terjadinya penimbunan maupun spekulasi yang bisa merugikan masyarakat.

"Bila perlu SPBU dijaga hingga pukul 00.00 wita, meskipun BBM sebenarnya bukanlah ancaman serius sebab yang menjadi ancaman yang sebenarnya adalah masalah ketersediaan pangan (krisis pangan)," urainya.

Dengan kondisi wilayah yang dianugerahi kesuburan, petani harus bisa mengambil peran sebab pada saatnya harga pangan akan sangat dibutuhkan dan kita beruntung sebab 70 persen penduduk kita petani.

Kapolres AKBP Donyar Kusumadji mengatakan, mengantisipasi kemungkinan yang terjadi di tengah masyarakat, pihaknya melakukan koordinasi dengan Kodim 1410 untuk pengamanan 24 jam.

Pihaknya juga berupaya memberi informasi yang benar kepada masyarakat agar dimengerti perkembangan di lapangan, soal ketahanan pangan, Donyar mengatakan, cukup baik dan diharapkan kepada aparat hingga ke desa agar tetap berpartisipasi.

Komandan Kodim 1410 Bantaeng Letkol Mahanom S juga mengemukakan harapannya, Bantaeng menjadi contoh bagi daerah lainnya dalam berbagai hal, termasuk keteladanan dalam menyikapi kenaikan harga BBM.

"Pangdam sendiri sangat kagum dan sudah tiga kali berkunjung ke daerah ini. Menjadi kewajiban kita untuk menjaga suasana yang sudah sangat kondusif tersebut," tuturnya dan melanjutkan menyangkut keamanan, pihaknya siap membantu Polri dan Pemda secara aktif. (T.KR-DF/F003)



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026