
Bupati Berharap BLSM Jadi Program Pengentasan Kemiskinan

Mamuju (ANTARA News) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat H.Suhardi Duka, berharap agar pemberian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) diarahkan menjadi program pengentasan kemiskinan.
"Jika nantinya pemerintah pusat menyiapkan BLSM sebagai imbas apabila BBM dalam waktu enam bulan kedepan mengalami kenaikkan, maka kami selaku pemerintah di daerah berharap agar BLSM diubah menjadi program yang sifatnya untuk pengentasan kemiskinan,"kata Bupati Suhardi Duka di Mamuju, Minggu.
Menurut bupati, kenaikan harga BBM perdana pada 2005 telah didesain sebuah program yakni Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai salah satu pilihan dalam paket kebijakan kompensasi.
"Program BLT saat penaikkan harga BBM 2005 silam terhenti karena dianggap tak mendidik masyarakat,"kata dia.
Karena itu, program BLSM yang disiapkan oleh pemerintah pusat diarahkan untuk program pembangunan ekonomi kerakyatan tanpa harus diberikan dana secara langsung kepada masyarakat kaum dhuafa.
"Pemberian BLT sangat memanjakan masyarakat sehingga dianggap tidak efektif. Makanya, BLSM harus di desain secara profesional dengan mengarahkan program-program yang bisa memicu turunnya angka kemiskinan di daerah,"tuturnya.
"Pemberian BLT 2005 merupakan bagian dari pengalaman yang paling berharga untuk dicermati. Saya tidak sepakat BLT kembali terulang karena asaz manfaatnya tidak signifikan,"kata dia.
Justru kata dia, BLT banyak menimbulkan masalah seperti sistem pendataan warga yang berhak menerima BLSM.
"Akan lebih bijak jika BLSM tersebut digunakan untuk kegiatan yang bisa memangkas kemiskinan di daerah,"ujarnya. (T.KR-ACO/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
