Logo Header Antaranews Makassar

PWI-AJI Prihatin Atas Kekerasan Terhadap Wartawan

Senin, 9 April 2012 13:59 WIB
Image Print

Jayapura (ANTARA News) - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI)Papua menyatakan keprihatinan atas kekerasan yang menimpa salah seorang wartawan Papua Pos Nabire grup Harian Pasific Post, Leiron Kogoya, yang tertembak di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Minggu (8/4).

Sekertaris PWI Papua, Leo D Siahaan ketika dihubungi ANTARA di Jayapura, Senin, mengatakan, sangat prihatin dengan peristiwa tersebut, apa lagi Leiron Kogoya ke Mulia hendak melaksanakan tugas peliputan dari kantornya.

"Kami turut berduka cita atas peristiwa yang menimpa rekan kami di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya. Kami prihatin sekali," kata Siahaan.

Dia mendesak pemerintah dengan berbagai perangkatnya untuk segera menyelesaikan berbagai kasus yang terjadi di Puncak Jaya, termasuk penembakan terhadap pesawat Trigana Air, pada Minggu (8/4) yang mengakibatkan seorang wartawan tewas.

"Artinya bahwa korban telah merembet ke warga sipil dan juga pekerja pers. Yang mana pesawat saja sudah ditembaki jadi sudah seharusnya ada penyelesaian yang bijak dan serius dari pihak-pihak yang berkompeten," tegasnya dan menambahkan kalau kejadian tersebut merupakan peristiwa luar biasa yang perlu perhatian serius.

Selain itu, Siahaan meminta kepada pemerintah daerah, provinsi Papua dan aparat kepolisian untuk segera mengusut hingga tuntas peristiwa tersebut, dia berharap agar ada bantuan untuk korban penembakan dan keluarga yang ditinggalkan.

"Saya pikir Bupati Puncak Jaya, Lukas Enembe akan memperhatikan hal ini pasti keluarga korban akan dibantu," katanya.

Siahaan berpesan agar para wartawan yang ada di Jayapura dan Papua pada umumnya agar bisa selalu berhati-hati dalam melakukan berbagai tugas peliputan.

Sementara itu, ketua bidang advokasi Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Jayapura, Anang Budianto mengutuk keras peristiwa yang menimpa wartawan Papua Pos Nabire grup Pasific Pos.

Dia mengatakan, pihak keamanan sudah seharusnya memberikan jaminan perlindungan bagi warga sipil termasuk wartawan yang akan melakukan tugas peliputan.

"Dengan peristiwa ini, seharusnya wartawan dilindungi oleh pihak keamanan," katanya.

Dia mengatakan, peristiwa penembakan di Mulia, Kabupaten Puncak Jaya telah menghebohkan masyarakat Papua, karena terjadi saat Paskah.

"Sangat disayangkan sekali terjadi dihari seperti ini," katanya.

Ia juga meminta agar pemerintah dan aparat keamanan harus segera bertindak menyikapi peristiwa penembakan tersebut. (T.KR-ARG/K006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026