
Jayapura Baru Dua Wartawan Miliki Sertifikat

Jayapura (ANTARA News) - Sekertaris Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Papua, Leo D Siahaan, Jumat di Jayapura mengatakan diwilayah tersebut baru dua orang wartawan mempunyai sertifikat uji kompetensi dari Dewan Pers.
"Jadi informasi yang saya ketahui, di Jayapura dan bahkan mungkin di Papua baru dua orang wartawan memiliki sertifikat uji kompetensi dari Dewan Pers," kata Leo.
Menurut dia, kedua orang tersebut yakni pemimpin redaksi surat kabar harian Cenderawasih Pos Lucky N Ireuw dan Kepala Biro ANTARA Papua Key Tokan Abdulasis.
"Dua orang tersebut adalah Pak Lucky Ireuw dari Cepos dan Kabiro ANTARA Papua Pak Key Tokan," katanya.
Untuk itu, pihaknya bekerjasama dengan PWI Pusat dan Pemerintah Provinsi Papua menggelar uji kompetensi wartawan yang ada di Kota Jayapura dan sekitarnya selama dua hari, sejak hari ini hingga Sabtu (14/4).
Uji kompetensi itu bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme seorang wartawan atau jurnalis dengan tidak bermaksud untuk mengkotak-kotakan wartawan di Jayapura dan daerah lainya di Papua.
"Dengan dilakukanya uji kompetensi bagi wartawan di Jayapura dan sekitarnya di Papua, maka akan mendapat sertifikasi atau pengakuan dari Dewan Pers apakah orang ini sudah layak menyandang predikat atau berkompeten sebagai wartawan atau belum," katanya.
Leo katakan dengan tersertifikasinya seorang wartawan atau jurnalis dari Dewan Pers maka ia berhak menyandang nama gelar wartawan sesuai dengan tingkatan, misalnya wartawan muda untuk pemula, wartawan madya untuk yang menengah sedangkan wartawan utama adalah mereka yang sudah pada tingkatan senior.
"Dengan tersertifikasi kita sebagai wartawan selain terdaftar, diakui juga bisa terlindungi karena mempunyai kompetensi dan wadah yang jelas," katanya.
Informasi yang didapatkan ANTARA Jayapura, sebanyak 58 orang akan mengikuti uji kompetensi tersebut disalah satu hotel ternama di kota Jayapura yang dibagi dalam tiga kelas, yakni kelas wartawan muda sebanyak 22 orang, wartawan madya 22 orang dan wartawan utama 14 orang.
Mereka ini akan diuji oleh delapan orang tim penguji dari Jakarta, satu orang pengawas dari Dewan Pers dan satu orang perwakilan dari PWI pusat.
Para peserta tidak dipungut biaya apapun, karena telah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Papua termasuk biaya tiket dan akomodasi tim penguji, Dewan Pers dan PWI pusat. (T.KR-ARG/K005)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
